Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Guru Pamulang Dipolisikan karena Nasihat di Kelas, DPR RI: Jangan Biarkan Pendidik Mengajar dalam Ketakutan

Redaksi Prokal • 2026-01-29 12:40:43
Christiana Budiyati, atau yang akrab disapa Bu Budi, seorang pengajar di SDK Mater Dei Pamulang, dilaporkan ke polisi atas tuduhan kekerasan verbal.(Instagram)
Christiana Budiyati, atau yang akrab disapa Bu Budi, seorang pengajar di SDK Mater Dei Pamulang, dilaporkan ke polisi atas tuduhan kekerasan verbal.(Instagram)

 

TANGERANG SELATAN – Dunia pendidikan kembali diguncang oleh kasus kriminalisasi guru yang memicu keprihatinan mendalam di tingkat nasional. Christiana Budiyati, atau yang akrab disapa Bu Budi, seorang pengajar senior di SDK Mater Dei Pamulang, kini harus berurusan dengan hukum setelah dilaporkan oleh orang tua murid atas tuduhan kekerasan verbal. Insiden ini memantik reaksi keras dari Anggota Komisi X DPR RI, Habib Syarief, yang mendesak aparat kepolisian untuk segera mengedepankan pendekatan restorative justice guna menyelamatkan martabat dunia pendidikan.

Duduk perkara yang menimpa Bu Budi bermula pada Agustus dua ribu dua puluh lima, saat dirinya memberikan nasihat edukatif kepada siswanya untuk tidak mudah menyerah dan lebih peduli terhadap sesama rekan kelas. Niat baik pendidik tersebut muncul setelah melihat seorang murid terjatuh namun tidak segera mendapat pertolongan dari teman-temannya. Namun, nasihat yang bertujuan membentuk karakter tersebut justru dipersepsikan secara berbeda oleh salah satu orang tua murid sebagai tindakan memarahi anak di depan kelas, yang berujung pada laporan beruntun ke Dinas Pendidikan, DP3A, hingga Polres Tangerang Selatan.

Habib Syarief menyatakan keprihatinan yang mendalam atas fenomena guru yang kian rentan terhadap ancaman hukum akibat persoalan sepele di lingkungan sekolah. Menurut legislator dari Fraksi PKB ini, menasihati murid adalah fungsi utama dan tanggung jawab melekat dari seorang pendidik. Ia memperingatkan bahwa jika guru terus dibayangi ketakutan akan dilaporkan ke polisi, kualitas pendidikan nasional akan merosot karena para pengajar kehilangan keberanian untuk mendidik moral dan karakter siswa secara tuntas.

Kasus ini menjadi viral setelah anak kandung Bu Budi, Dino Gabriel, membagikan perjuangan ibunya melalui media sosial. Dino menjelaskan bahwa meskipun pihak sekolah telah memfasilitasi proses mediasi sebanyak dua kali, kesepakatan damai tetap tidak tercapai karena pihak pelapor bersikeras melanjutkan jalur hukum meski sang anak sudah pindah sekolah. Hal ini dinilai sangat miris mengingat esensi pendidikan karakter seharusnya diselesaikan melalui dialog kekeluargaan di internal sekolah, bukan melalui meja hijau.

Menanggapi situasi ini, DPR RI mendorong sekolah-sekolah di seluruh Indonesia untuk memperkuat komitmen bersama orang tua mengenai mekanisme penyelesaian masalah internal. Habib Syarief menegaskan bahwa pendidikan bukan hanya soal nilai akademik, melainkan tentang pembentukan adab dan sikap hormat kepada guru. Ia berharap kepolisian dapat bertindak bijak dengan menghentikan proses pidana dan mengembalikan persoalan ini ke ranah mediasi, demi menjaga iklim belajar yang sehat dan harmonis bagi masa depan generasi bangsa.(*)

Editor : Indra Zakaria