PACITAN – Masyarakat di sebagian besar wilayah Jawa Timur dan Jawa Tengah dikejutkan oleh aktivitas gempa bumi tektonik yang cukup kuat pada Jumat dini hari. Berdasarkan laporan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa berkekuatan Magnitudo 6,5 tersebut terjadi tepat pada pukul 01.06 WIB dengan titik pusat berada di laut tenggara Pacitan. Secara teknis, pusat gempa terletak pada koordinat 8,98° LS dan 111,17° BT, atau berjarak sekitar 89 kilometer dari daratan Pacitan dengan kedalaman yang sangat dangkal, yakni 10 kilometer.
Kedalaman pusat gempa yang sangat dangkal menyebabkan guncangan terasa sangat luas dan kuat. Laporan dari berbagai daerah menunjukkan bahwa getaran dapat dirasakan dengan jelas di Yogyakarta, Solo, Blitar, Malang, hingga Semarang. Warga yang saat itu tengah terlelap sempat mengalami kepanikan akibat durasi guncangan yang cukup lama, yakni berkisar antara dua hingga tiga menit. Di Yogyakarta, warga mendeskripsikan getaran tersebut bermula dengan intensitas rendah namun perlahan menguat secara signifikan, sementara warga di Blitar dan Tulungagung merasakan goyangan yang sangat kencang.
Meskipun kekuatan gempa mencapai Magnitudo 6,5, BMKG memberikan kepastian bahwa peristiwa ini tidak berpotensi memicu gelombang tsunami. Namun demikian, rentetan gempa susulan mulai terdeteksi di sekitar lokasi utama dengan magnitudo yang lebih kecil, di bawah 3,0. Hingga saat ini, pihak otoritas belum menerima laporan resmi mengenai adanya kerusakan bangunan yang parah maupun jatuhnya korban jiwa. Tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di berbagai wilayah masih terus melakukan pendataan lapangan secara intensif untuk memastikan keamanan warga.
Menanggapi kejadian tersebut, masyarakat, khususnya yang bermukim di pesisir selatan Jawa, diimbau untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gempa susulan. Warga diminta untuk tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh isu atau berita yang tidak bertanggung jawab. Selain itu, masyarakat diingatkan untuk menghindari bangunan yang tampak mengalami keretakan atau kerusakan, serta segera menuju ke tempat terbuka yang aman apabila kembali merasakan guncangan yang kuat demi meminimalisir risiko keselamatan. (*)
Editor : Indra Zakaria