Kasus Penyadapan Presiden Prabowo Serius, Syahganda: Jangan Toleransi Politik Busuk

Redaksi Prokal • Dipublikasikan Kamis, 5 November 2026 | 22:23 WIB
Presiden Prabowo Subianto. (Dery Ridwansah/JawaPos.com)
Presiden Prabowo Subianto. (Dery Ridwansah/JawaPos.com)
 
JAKARTA — Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Syahganda Nainggolan, menegaskan bahwa pemerintah tidak akan tinggal diam terhadap segala bentuk tindakan yang mengarah pada upaya makar. Langkah tegas dinilai sangat diperlukan demi melindungi kedaulatan negara sekaligus menjaga keutuhan bangsa.

Pernyataan keras tersebut disampaikan Syahganda menyusul mencuatnya isu dan dugaan penyadapan terhadap Presiden Prabowo Subianto, serta sejumlah pejabat dan tokoh nasional lainnya. Menurutnya, dugaan penyadapan ini merupakan ancaman dan persoalan serius yang tidak boleh dipandang sebelah mata.

Syahganda menekankan pentingnya perlindungan maksimal terhadap Presiden dari berbagai spektrum ancaman. Pemerintah dipastikan bakal mengambil sikap lugas terhadap aksi apa pun yang berpotensi mengguncang stabilitas nasional.

"Dugaan penyadapan terhadap Presiden Prabowo Subianto merupakan persoalan serius yang tidak bisa ditoleransi, karena hal itu sudah mengarah ke tindakan makar. Kita harus melawan segala bentuk makar," tegas Syahganda dalam keterangan resminya, Kamis (5/11).

Ia mengingatkan bahwa Presiden merupakan kepala negara sekaligus representasi utama kedaulatan bangsa. Oleh karena itu, posisi, kehormatan, dan keselamatan kepala negara wajib dihormati serta dilindungi oleh seluruh elemen masyarakat.

Lebih jauh, Syahganda berpandangan apabila nantinya terbukti ada pejabat negara yang terlibat dalam aksi penyadapan atau pengkhianatan terhadap Presiden, hal tersebut tidak dapat dipisahkan dari bentuk pengkhianatan terhadap negara dan konstitusi.

Ia pun mendesak agar setiap indikasi pelanggaran diusut tuntas melalui jalur dan koridor hukum yang berlaku secara profesional, objektif, dan transparan. "Setiap tindakan yang berpotensi mengancam keamanan, keselamatan, dan kewibawaan Presiden harus diusut secara objektif, transparan, dan ditindak tegas sesuai hukum yang berlaku," ujarnya.

Mengakhiri keterangannya, Syahganda mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk terus menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Persatuan nasional harus tetap ditempatkan sebagai prioritas utama di tengah dinamika politik yang berkembang.

Ia mewanti-wanti agar ambisi kekuasaan semata tidak dijadikan pembenaran untuk melakukan tindakan tak bermoral yang dapat meretakkan persatuan bangsa. "Jangan biarkan ambisi-ambisi kekuasaan membuat kita mentolerir politik busuk, tanpa moral dan bisa memecah-belah persatuan kita," pungkasnya. (*)

 

Editor : Indra Zakaria
Sumber : prokal.co
prabowo subianto