Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Isu Dana TC Sepak Bola Memanas, Disporapar Paser: "Itu Persoalan Internal PSSI"

Redaksi Prokal • 2026-01-27 10:15:00
Kepala Disporapar Kabupaten Paser Kurniawan
Kepala Disporapar Kabupaten Paser Kurniawan

 

TANA PASER – Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Paser bereaksi keras terhadap isu miring yang menerpa pengelolaan dana training center (TC) cabang olahraga sepak bola untuk ajang Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA). Pihak dinas membantah tegas adanya penyelewengan dan menyebut polemik tersebut murni masalah internal pengurus PSSI Paser.

Kepala Disporapar Paser, Kurniawan, S.Sos, menyatakan bahwa seluruh anggaran telah disalurkan sesuai mekanisme Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD). Ia bahkan mengonfirmasi bahwa dokumen Excel yang viral di media sosial adalah data resmi milik dinas yang sengaja dibuka sebagai bentuk transparansi.

"Data Excel itu memang dari kami. Itu bukti tanda terima pelaksanaan TC. Kami pastikan tidak ada dana yang dipotong. Semua bukti transfernya lengkap," tegas Kurniawan saat memberikan klarifikasi, Senin (26/1/2026).

Senada dengan Kurniawan, Kepala Bidang Olahraga, Abdi Permana, menjelaskan bahwa dari 14 cabang olahraga yang berpartisipasi dalam POPDA, hanya sepak bola yang melayangkan komplain. Padahal, sebelum dana disalurkan, seluruh pengurus cabor telah diundang untuk membedah rincian anggaran, mulai dari biaya transportasi hingga potongan pajak.

"Besaran dana TC sudah ditetapkan Rp105.000 per atlet per hari selama 15 hari. Jika dana tersebut tidak sampai ke tangan atlet, itu bukan lagi ranah kami karena secara administrasi dana sudah disalurkan melalui manajer atau pengurus cabor," ungkap Abdi.

Disporapar menjelaskan, penyaluran melalui pengurus dilakukan karena sering terjadi keterlambatan pengumpulan data rekening pribadi para atlet, sementara kebutuhan TC harus segera terpenuhi. Pihak dinas pun menilai bahwa tanggung jawab pemerintah daerah telah selesai begitu dana ditransfer sesuai prosedur yang disepakati.

Kurniawan menutup penjelasannya dengan menekankan bahwa isu ini lebih mengarah pada ketidakharmonisan internal di tubuh PSSI Paser dalam mengelola dana yang telah diterima. "Intinya kami sudah transparan. Persoalan yang terjadi setelah dana cair adalah urusan internal cabang olahraga tersebut," pungkasnya.(*)

Editor : Indra Zakaria