Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Pekerja Proyek Kehutanan Hanyut di Sungai Kandilo Paser, Tim Gabungan Lakukan Pencarian

Muhamad Yamin • 2026-02-06 22:25:50
Tim SAR Gabungan melakukan persiapan melakukan pencarian korban pekerja kehutanan di sungai Kandilo Paser
Tim SAR Gabungan melakukan persiapan melakukan pencarian korban pekerja kehutanan di sungai Kandilo Paser

PROKAL.CO, PASER – Seorang pekerja proyek kehutanan dilaporkan hanyut dan diduga tenggelam di Sungai Kandilo, Desa Busui, Kecamatan Batu Sopang, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur. Hingga Kamis (5/2/2026) siang, tim gabungan masih melakukan pencarian namun korban belum ditemukan.

Korban diketahui bernama Saipullah (20), warga Desa Jaro, Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan. Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 11.00 Wita saat korban hendak kembali dari lokasi kerja di kawasan hutan lindung Desa Busui.

Berdasarkan laporan sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Paser yang diperoleh media ini, korban bersama seorang saksi bernama Sahradi menyeberangi Sungai Kandilo dengan cara berenang tanpa menunggu perahu yang telah disediakan.

Di tengah sungai, arus cukup deras sehingga korban dan saksi terpisah. Saksi sempat melihat korban mengangkat tangan meminta tolong sebelum akhirnya hanyut. Setelah berhasil mencapai daratan, saksi kemudian meminta bantuan kepada dua rekan kerja lainnya. Namun korban tidak terlihat lagi terbawa arus sungai. Saat kejadian kondisi arus Sungai Kandilo terpantau deras. Korban diduga kelelahan saat berenang sehingga tidak mampu melawan arus.

Saipullah merupakan pekerja PT Agro City Kaltim yang bekerja sama dengan Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Timur dalam kegiatan penanaman bibit pohon meranti di kawasan hutan lindung tersebut. Pihak perusahaan telah menghubungi keluarga korban.

Hingga siang hari, upaya pencarian masih dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari BPBD Paser, Polairud Polres Paser, TNI-Polri, pemadam kebakaran, PMI, relawan perusahaan, serta masyarakat setempat. Penyisiran dilakukan menggunakan perahu bermesin, penyelaman, dan pencarian manual di sepanjang aliran sungai.

Namun proses pencarian menghadapi sejumlah kendala, di antaranya arus sungai yang deras, banyaknya kayu dan ranting di aliran sungai, jarak tempuh ke lokasi sekitar 75 kilometer dari pusat kabupaten, serta keterbatasan jaringan seluler.

“Untuk hasil pencarian hari ini masih nihil,” laporan BPBD Paser tersebar di percakapan grup WA relawan. (*)

Editor : Indra Zakaria