Catatan: Muhammad Najib, Kabupaten Paser
(Wartawan Kaltim Post/Grup Prokal.co)
PROKAL.CO, TANAH GROGOT-Gemuruh air jatuh beradu dengan sunyinya hutan di Desa Tiwei, Kecamatan Long Ikis, Kabupaten Paser, menjadi simfoni alam yang hanya bisa dinikmati oleh mereka yang berani menjajal medan yang menantang.
Tempat itu adalah Air Terjun Doyam Sondong, sebuah surga tersembunyi di kabupaten paling selatan di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), yang keindahannya masih terbalut murni oleh sulitnya akses medan.
Perjalanan menuju Doyam Sondong bukanlah sekadar tamasya akhir pekan biasa.
Baca Juga: Di Kabupaten PPU Harga Beras Premium Naik Imbas Plastik, Inflasi April Melandai di Angka Segini
Dari pusat ibu kota Tanah Grogot, saya bersama empat rekan lainnya menempuh waktu sekitar tiga jam berkendara roda dua pada Sabtu, 25 April 2026.
Bagi pengguna kendaraan roda empat, jangan sesekali mencoba jika tidak menggunakan kendaraan lapangan, mengingat rute yang dilewati mencakup jalur perkebunan hingga konsesi perusahaan kayu.
Setelah mesin kendaraan berhenti bukanlah akhir dari perjuangan.
Setibanya di titik pemberhentian terakhir, kami masih harus berjalan kaki selama satu jam lebih menembus jantung hutan.
Jika ada sesi dokumentasi di tengah perjalanan, bisa lebih lama.
Jalur setapak menuju air terjun menuntut fisik yang prima. Pengunjung harus menyusuri anak sungai dan memanjat tebing hutan yang licin.
Tak jarang, langkah kaki harus melewati jembatan darurat yang hanya beralaskan batang pohon seadanya.
Baca Juga: Kemenaker RI Perkuat Jaminan Kehilangan Pekerjaan, Ditemani saat Masa Transisi
Jalurnya sangat terjal, licin, dan basah. Memang sangat melelahkan bagi yang jarang berjalan jauh, tapi bagi pecinta alam, ini adalah tantangan yang bikin candu.
Mengingat lokasinya yang benar-benar terisolasi, persiapan matang adalah kunci. Di titik pemberhentian motor, tak ada lagi pedagang yang ditemui.
Satu-satunya pilihan adalah membawa bekal sendiri dari pusat kecamatan.
Menggunakan perlengkapan outdoor seperti sepatu atau sandal gunung yang memiliki daya cengkeram kuat sangat disarankan, mengingat medan bebatuan yang berlumut.
Setelah total empat jam perjalanan yang menguras keringat, lelah seketika sirna begitu pucuk air terjun mulai terlihat.
Airnya jernih, mengalir deras di antara rimbunnya pepohonan yang masih asri.
Jika beruntung, bias sinar matahari yang menembus uap air akan menciptakan pelangi kecil yang menari-nari di bawah air terjun.
Puncak Doyam Sondong menawarkan ketenangan.
Di tengah udara yang dingin dan suasana rindang, ritual terbaik untuk merayakan keberhasilan mencapai lokasi adalah dengan menyeduh secangkir kopi hangat dan menikmati mi instan di tepi aliran air.
Doyam Sondong tetap menjadi bukti bahwa Paser memiliki potongan surga yang belum terjamah.
Meski jalannya penuh rintangan, keindahan yang ditawarkan sepadan dengan setiap tetes keringat yang jatuh di sepanjang jalur Desa Tiwei.
Baca Juga: Pemkab Berau Bakal Realisasikan 37 Rumah Tahun Ini, untuk Warga Long Ayap yang Terdampak Banjir
Saran bagi pengunjung, gunakan pakaian tipis dan tidak menyerap banyak air agar tidak berat saat basah.
Pastikan kendaraan dalam kondisi prima sebelum memasuki area Desa Lombok dan Brewe.
Dan bawa kembali sampah logistik Anda untuk menjaga keasrian hutan Paser. (*)
Editor : Faroq Zamzami