SAMARINDA – Pemkab Berau mendapat dukungan dari Pemerintah Republik Seychelles bekerjasama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim dalam pengembangan pariwisata bahari di Pulau Maratua.
Penandatanganan Keputusan Bersama tersebut menindaklanjuti Memorandum of Understanding (MoU) yang dilakukan sebelumnya oleh tim percepatan pembangunan pariwisata Maratua.
Pemerintah Republik Seychelles bersama tim telah menyusun masterplan pengembangan Maratua dan Presiden Seychelles untuk Negara Asean, Nico Barito sepakat menandatangani keputusan bersama tersebut dengan Gubernur Kaltim Isran Noor dan Bupati Berau Muharram di Lamin Etam, Kantor Gubernur Kaltim di Samarinda, kemarin (6/2).
Penyerahan materplan dan penandatanganan keputusan bersama tentang pembentukan tim percepatan kerja sama pengembangan strategis kepariwisataan Kepulauan Maratua tersebut disaksikan Ketua DPRD Kaltim, M Syahrun dan Pj Sekretaris Provinsi Kaltim, Meiliana.
Tim percepatan kerja sama pengembangan strategis pengembangan kepariwisataan Kepulauan Maratua memiliki tugas dan kewenangan mensosialisasikan kepada para pihak atau stakeholder tentang makna dan pentingnya pengembangan kepariwisataan untuk mensejahterakan masyarakat. Memfasilitasi program demi terwujudnya Satu Maratua untuk Semua “One Maratua for All”.
Mendorong percepatan terwujudnya pembangunan kepariwisataan sesuai tugas dan tanggung jawab sebagaimana tercantum dalam perjanjian kerja sama. Melakukan koordinasi dengan para pihak maupun pemerintah guna mendukung terlaksananya pengembangan strategis kepariwisataan. Serta mencari dan mengumpulkan informasi, data yang diperlukan dalam rangka percepatan pembangunan kepariwisataan Maratua.
Bupati Berau Muharram berterimakasih atas dukungan yang diberikan kepada Kabupaten Berau yang serius membangunan sektor pariwisata. Dukungan dari Pemerintah Republik Seychelles yang telah berhasil mengembangkan pariwisata bahari di negaranya, diyakini Muharram, akan mempercepat pengembangan pariwisata dan mendongkrak kunjungan wisatawan ke Maratua.
Tidak hanya dukungan masterplan pengembangan pariwisata Maratua, namun juga hadirnya investor yang siap berinvestasi di Maratua. Termasuk dukungan hibah yang diberikan Republik Seychelles untuk mendukung peningkatan sumber daya manusia maupun infrastruktur yang dibutuhkan di Maratua.
“Saya yakin mimpi kita pasti terwujud karena sukses yang dicapai itu bukan karena bisa atau tidak bisa, tapi karena mau atau tidak mau. Dan dengan keseriusan kerja sama ini, kami yakini bisa terwujud,” ungkap Muharram.
Hanya, dikatakannya, masterplan yang telah disusun perlu disosialisasikan dibahas lebih lanjut dengan masyarakat Maratua. Terutama pemilik lahan untuk menyesuaikan dengan rencana pengembangan wisata ini. Pasalnya telah banyak masyarakat yang memiliki lahan untuk membangun pariwisata.
“Tim perlu duduk bersama para pelaku usaha pariwisata yang sudah dan akan berinvestasi di Maratua, sehingga bisa sesuai dengan masterplan dan tidak merusak penataan yang dilakukan,” ucapnya.(hms4/asa)
Editor : uki-Berau Post