TANJUNG SELOR - Bertempat di ruang rapat lantai 3 Kantor Unit Penyelenggara Bandar Udara Juwata Tarakan, Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi (Disperindagkop) dan UKM Kalimantan Utara (Kaltara) turut berpartisipasi, membahas soal ekspor hasil laut via pesawat.
Dalam rapat tersebut dipimpin langsung Gubernur Kaltara Drs H Zainal Arifin Paliwang, SH, M.Hum, belum lama ini. Kepala Disperindagkop Kaltara Hasriyani menjelaskan, hasil akhir rapat koordinasi ekspor hasil laut dengan vertikal. Saat ini komoditas kepiting punya nilai ekonomi tinggi.
“Kita tahu saat ini komoditas kepiting Kaltara punya nilai jual sangat tinggi. Apalagi pengusaha perikanan hingga hari ini, masih terus menerima permintaan tinggi untuk pemesanan ke luar negeri,” ungkapnya, belum lama ini.
Pasalnya, menurut Hasriyani, Provinsi Kalimantan Utara merupakan daerah perbatasan dengan Tawau, Malaysia. “Pergerakan keluar masuk bisnis perikanan laut resmi lewat kapal, masih menjadi moda transportasi utama Indonesia Tawau Malaysia. Namun untuk memaksimalkan kebutuhan konsumen hasil laut keluar negeri. Maka pemerintah kini tengah mengupayakan ekspor hasil laut gunakan via pesawat, sesuai peraturan resmi,” ujarnya.
Pemprov Kaltara berkomitmen menggeliatkan ekspor hasil laut via pesawat. Bahkan Ia menilai langkah tersebut sebagai salah satu cara, pencegahan perdagangan hasil laut Indonesia-Malaysia secara tidak resmi.
“Karena dari sisi potensi pemasukan untuk pendapatan asli daerah, Pemprov Kaltara dari hasil ekspor hasil laut tidak dapat apa-apa. Sebab telah melakukan perdagangan secara tidak resmi,” ungkapnya.
Diketahui, PT Angkasa Pura Logistik (APLog) sebagai jasa logistik membuka rute penerbangan kargo dengan tujuan Balikpapan-Tarakan-Guangzhou Tiongkok.
“Pengiriman awal rencananya pada Juli mendatang. Direncanakan 2 kali dalam seminggu dengan kapasitas 15 ton sekali penerbangan. Ya kehadiran pesawat kargo ini merupakan harapan sudah lama, bagi masyarakat pelaku ekspor komoditas perikanan dari Kaltara,” tuntasnya. (dkisp)
Editor : uki-Berau Post