PENAJAM - Kekurangan tenaga penyuluh perikanan masih menjadi sorotan di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU). Hanya 6 penyuluh yang tersebar di 4 kecamatan, menjadi tantangan bagi pemerintah daerah dalam mengelola dan mengoptimalkan potensi perikanan di wilayahnya. Hal ini diungkapkan oleh Kepala Bidang (Kabid) Perikanan Budidaya dan Lingkungan Dinas Perikanan PPU, Musakkar, dalam wawancara dengan media beberapa waktu lalu.
"Kendala utama kami saat ini adalah kekurangan penyuluh perikanan, kami hanya memiliki 6 penyuluh saat ini," ungkap Musakkar.
Ia menjelaskan bahwa idealnya setiap desa harus memiliki satu penyuluh perikanan yang bertugas membimbing dan mendampingi masyarakat dalam pengelolaan potensi perikanan setempat.
"Kami berharap setiap desa memiliki satu penyuluh, karena peran mereka sangat penting dalam mengembangkan budidaya perikanan dan mengelola pasar," tambahnya.
Musakkar mengakui bahwa kendala dalam pengadaan penyuluh perikanan terkait dengan kewenangan perekrutan yang berada di bawah Kementerian Pusat, bukan di bawah pemerintah daerah.
"Kami menghadapi kesulitan karena pengadaan penyuluh perikanan ditentukan oleh Kementerian Pusat, dan sayangnya keterbatasan personil menjadi hambatan," terangnya.
Berbeda dengan sektor pertanian yang dapat mengambil penyuluh dari daerah setempat, dalam sektor perikanan, penyuluh harus dipasok oleh Kementerian Pusat, menjadikan koordinasi antara dinas perikanan dan penyuluh perikanan menjadi sangat penting.
"Koordinasi antara kami dan penyuluh sangat penting untuk memastikan pendampingan yang efektif di lapangan. Meskipun kami memiliki keterbatasan, namun kami terus berupaya untuk memberikan bimbingan dan dukungan sebaik mungkin," tutup Musakkar dengan harapan akan adanya perbaikan situasi ini di masa yang akan datang. (kim/adv/pro)
Editor : Wawan