Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Upaya DLH PPU Kurangi Gas Rumah Kaca

Wawan • Rabu, 4 September 2024 - 12:30 WIB
Photo
Photo

Prokal.co, Penajam - Perubahan iklim menjadi salah satu tantangan terbesar yang dihadapi dunia saat ini. Fenomena ini sebagian besar dipicu oleh meningkatnya konsentrasi gas rumah kaca (GRK) di atmosfer.

Gas rumah kaca, yang meliputi karbon dioksida (CO2), metana (CH4), dinitrogen oksida (N2O), dan gas lainnya, berperan dalam menjaga suhu bumi tetap hangat.

Gas rumah kaca berfungsi seperti selimut di atmosfer yang memerangkap panas matahari. Secara alami, gas-gas ini diperlukan untuk menjaga suhu bumi agar tetap layak huni.

Dalam upaya mengurangi dampak negatif dari GRK, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bidang Tata Lingkungan, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) bentuk kampung iklim.

Kepala Bidang, Bidang Tata Lingkungan DLH PPU, Rochmat Agus Purwanto mengatakan, pihaknya tahun ini telah mendaftarkan 22 kelurahan dan desa dalam program kampung iklim melalui Sistem Registri Nasional (SRN).

"Sejak tahun 2022, kami telah mendaftarkan sebanyak 22 desa dan kelurahan yang tersebar di empat kecamatan di Kabupaten PPU,” ujar Rochmat Agus.

Sejak diluncurkan oleh Pj. Bupati PPU, Makmur Marbun pada 2 Februari lalu, program ini telah melibatkan 15 desa di Kecamatan Babulu. Dengan target akhir sebanyak 54 desa dan kelurahan di seluruh Kabupaten PPU.

"Kami sudah meluncurkan program ini di 15 desa yang ada di Babulu. Saat ini, kami tinggal menunggu giliran untuk meluncurkan program ini di desa dan kelurahan lainnya," ungkapnya.

Rochmat menegaskan tidak ada kualifikasi khusus yang diperlukan untuk mendaftarkan desa atau kelurahan dalam program ini.

“Semua desa dan kelurahan yang ada di Kabupaten PPU kita daftarkan," tuturnya

Dia menjelaskan, program kampung iklim ini merupakan upaya pengurangan GRK, sesuai dengan amanah dari Presiden Joko Widodo yang menghendaki adanya perkembangan iklim di seluruh Indonesia.

"Kami daftarkan program ini untuk ada pemberdayaan masyarakat yang bertujuan mengurangi gas rumah kaca. Misalnya, dengan penanaman pohon, melindungi pohon yang sudah ada, serta inisiatif-inisiatif lain yang semuanya diarahkan untuk mengurangi efek gas rumah kaca,” jelasnya.

Salah satu langkah awal yang sudah dilakukan adalah sosialisasi ke desa dan kelurahan tentang pentingnya pengurangan emisi gas rumah kaca.

“Kami sudah melakukan sosialisasi di desa dan kelurahan mengenai gas rumah kaca yang merupakan emisi yang menjadi masalah utama," lanjutnya.

Menrutnya, semakin hari, cuaca semakin terasa panas akibat meningkatnya pemansan global. Untuk itu, perlu ada tindakan guna mengurangi GRK ini.

"Kita semua merasakan bahwa cuaca semakin panas, dan untuk menurunkannya, kita perlu melakukan berbagai tindakan seperti penanaman pohon peneduh, penghijauan, dan lain-lain. Bahkan di sekolah-sekolah, kita sudah mulai menanam pohon peneduh,” pungkasnya. (kim/adv/pro) 

Editor : Wawan
#ADV PEMKAB PPU #pemkab ppu