PROKAL.CO, PENAJAM— Gerakan Pembudayaan Minat Baca (GPMB) Kalimantan Timur (Kaltim) menggelar seleksi mandiri untuk menjangkau daerah-daerah yang terkendala anggaran dalam mengikuti Lomba Bertutur Tingkat Provinsi Kaltim.
Ketua GPMB Kaltim, Syafruddin Pernyata, mengungkapkan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kaltim sebelumnya mengagendakan Lomba Bertutur Tingkat Provinsi.
Namun, terdapat empat daerah yang dipastikan tidak mengirimkan utusan akibat efisiensi anggaran, yakni Kota Samarinda, Kabupaten Kutai Kartanegara (Tenggarong), Kota Balikpapan, dan Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU).
"Kita GPMB sebagai mitra melihatnya prihatin ya. Ada sesuatu yang kurang jika mereka tidak terlibat. Maka kita berinisiatif bagaimana caranya GPMB membantu menyelenggarakan pemilihan di empat kabupaten kota tersebut," ujar Syafruddin, Kamis (30/7/2026).
Syafruddin menjelaskan, GPMB Kaltim sebenarnya tidak memiliki alokasi anggaran khusus.
Meski demikian, melalui semangat kolaborasi dan dukungan swadaya dari berbagai elemen masyarakat, kegiatan seleksi ini akhirnya dapat terwujud.
"Kita coba mengetuk hati berbagai pihak. Ada yang membantu Rp 1 juta, Rp 500 ribu, bahkan ada tokoh yang membantu lebih dari itu. Dari dana swadaya itulah kita gunakan untuk honor juri, uang pembinaan bagi pemenang, serta piala," jelasnya.
Untuk memaksimalkan efisiensi kegiatan di lapangan, GPMB Kaltim tidak hanya menggelar perlombaan bertutur yang dikhususkan bagi murid kelas 4 SD.
Rangkaian acara paralel juga dikemas dengan menghadirkan sesi mendongeng bersama bunda literasi di tiap daeah serta kelas motivasi dan musikalisasi literasi.
"Sesi mendongeng juga diisi oleh salah satu pengurus GPMB yang telah berpengalaman lebih dari 15 tahun mendidik anak melalui dongeng," imbuhnya.
Selain itu, Syafruddin bersama jajaran pengurus lainnya turut memberikan sesi motivasi agar edukasi literasi juga menyentuh jenjang pendidikan yang lebih tinggi, seperti siswa tingkat SMA.
Diketahui, Kabupaten PPU menjadi titik lokasi terakhir dari rangkaian tur seleksi GPMB Kaltim di empat daerah tersebut, setelah sebelumnya menyisir Samarinda, Tenggarong, dan Balikpapan.
Di Penajam, kegiatan ini bekerja sama dengan Dinas Perpustakaan dan Arsip PPU.
"Mestinya hari ini (30 Juli) saya bertolak ke Paser untuk melantik pengurus GPMB Paser, namun karena persiapan kepengurusan di sana belum rampung, agenda tersebut ditunda," ucapnya di Penajam, kemarin.
ERA DIGITAL
Selain fokus menggelar seleksi Lomba Bertutur di daerah yang mengalami efisiensi anggaran, Kaltim juga menaruh perhatian besar terhadap tantangan literasi di era digital.
Menanggapi maraknya penggunaan gawai (gadget) di kalangan anak-anak dan remaja saat ini, Syafruddin Pernyata menekankan pentingnya menyikapi perkembangan teknologi secara bijak ketimbang memusuhinya.
"Teknologi itu jangan dimusuhi, tetapi dimanfaatkan sebaik-baiknya," kata Syafruddin.
Ia mengibaratkan, gawai itu ibarat sepeda motor. Jika digunakan untuk hal negatif, tentu berdampak buruk. Namun, jika digunakan untuk mencari nafkah atau membantu pekerjaan, tentu sangat bermanfaat.
"Sama halnya dengan HP untuk mendukung tugas jurnalistik atau belajar," ujarnya.
Ia juga menepis anggapan umum yang menilai anak-anak zaman sekarang tidak menyukai kegiatan literasi atau membaca.
Menurutnya, antusiasme anak-anak terhadap dunia literasi tetap tinggi.
"Selama materi dan pendekatan yang disampaikan komunikatif serta sesuai dengan dinamika zaman mereka," terangnya.
Syafruddin juga mengimbau, seluruh generasi, mulai dari baby boomers, milenial, hingga generasi alpha untuk saling bersinergi dan tidak saling menyalahkan perbedaan era.
Baca Juga: Vario Evo 160 Night Ride Satukan Komunitas Motor di Balikpapan
"Orang-orang generasi tua jangan langsung menyalahkan anak generasi alpha, begitu juga sebaliknya. Semua hidup di masanya masing-masing dengan keadaan zamannya, yang terpenting adalah bagaimana kita bisa saling menjembatani dan memanfaatkan teknologi secara positif," katanya. (ami/far)
Editor : Faroq Zamzami