Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Pengobatan Tradisional Warga Paser, Impotensi dengan Akar Pinang, Diabetes Pakai Akar Sagu

Faroq Zamzami • Sabtu, 19 April 2025 - 14:30 WIB
MENDALAM: Tim BRIN saat FGD bersama tokoh adat Paser dalam kaitan riset mendalam tentang tetumbuhan obat, mitos, tradisi lisan, dan etnomedisin komunitas adat Paser.
MENDALAM: Tim BRIN saat FGD bersama tokoh adat Paser dalam kaitan riset mendalam tentang tetumbuhan obat, mitos, tradisi lisan, dan etnomedisin komunitas adat Paser.

PROKAL.CO, PENAJAM-Masyarakat adat Paser di Kaltim, utamanya yang bermukim di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Paser dan Kota Balikpapan, memiliki cara sendiri untuk menjaga kesehatan secara turun-temurun.

Keterbatasan akses ke fasilitas kesehatan modern di daerah terpencil pada zamannya mendorong mereka untuk memanfaatkan kekayaan alam di sekitar mereka.

Tumbuhan (flora) di sekitar rumah, kebun, ladang, dan hutan menjadi sumber utama obat herbal tradisional.

Kearifan lokal ini masih tetap terjaga dan dijaga hingga kini.

Hal ini ternyata menarik perhatian tim dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Tim ini telah melakukan riset mendalam tentang tetumbuhan obat, mitos, tradisi lisan, dan pengobatan tradisional (etnomedisin) di komunitas adat Paser di wilayah Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara.

Diskusi kelompok terpumpun melalui forum grup discussion (FGD) di Rumah Adat Paser Kuta Rekan Tatau di Jalan Propinsi, Km 9, Kelurahan Nipahnipah, Kecamatan Penajam, PPU, untuk menggali lebih dalam pengetahuan lokal ini.

Paidah Riansyah, tokoh Lembaga Adat Paser (LAP) PPU telah mendokumentasikan secara khusus pengobatan khas tradisional etnis Paser itu dalam bentuk buku.

Dia bercita-cita untuk menerbitkan buku tersebut dan mengisi perpustakaan daerah, terutama agar pengobatan dengan menitikberatkan pada tanaman herbal itu tidak punah begitu saja.

Mengutip dari dokumen yang dikumpulkan Paidah Riansyah, bahwa masyarakat adat Paser telah lama memanfaatkan berbagai tumbuhan untuk mengobati berbagai penyakit.

Berikut adalah beberapa contohnya, yaitu puli roton dikan (obat diabetes/kencing manis).

Baca Juga: Siap-Siap Warga PPU, Sebentar Lagi Ada Pameran Pembangunan dan TTG Kaltim

Akar muda tanaman rumbia/sagu diolah dengan direbus untuk mengobati diabetes.

Puli kembong otut (obat masuk angin). Caranya, daun serai direbus dan airnya diminum untuk mengatasi perut kembung.

Puli roton suang (obat penyakit dalam tubuh). Sulur tumbuhan bako raya direndam dan airnya diminum untuk mengobati penyakit dalam seperti buang air besar berdarah dan muntah darah.

Puli roton mate Pucuk (obat impotensi/lemah syahwat), yaitu akar pinang muda, akar ilalang, akar pasak bumi, buah pinang muda, dan rumput putri malu diolah dengan cara direbus atau dikunyah untuk mengatasi impotensi dan lemah syahwat.

Puli roton beningat layong (obat malaria), yaitu akar pasak bumi direbus dan airnya diminum untuk mengobati malaria.

Puli roton delanan (obat corona), yaitu akar tembelekar dan pucuk daun sungkai diolah dengan direbus untuk mengobati gangguan pernafasan akibat corona. (far)

ARI ARIEF
ari.arief@kaltimpost.co.id

Editor : Faroq Zamzami
#tradisional #kaltim #paser #Adat