Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Pengobatan Tradisional Warga Paser, Obati Kanker Payudara dengan Rebusan Ini

Faroq Zamzami • Minggu, 20 April 2025 - 16:40 WIB
DIBUKUKAN: Tokoh adat Paser, Paidah Riansyah (kanan) yang telah membukukan pengobatan tradisional agar tidak punah.
DIBUKUKAN: Tokoh adat Paser, Paidah Riansyah (kanan) yang telah membukukan pengobatan tradisional agar tidak punah.

PROKAL.CO, PENAJAM-Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), dengan hutan tropis yang luas, membawa beragam potensi alam yang berharga.

Salah satu asetnya adalah kearifan tradisional dari masyarakat etnis Paser yang telah diwariskan dari generasi ke generasi dalam memanfaatkan tanaman obat di sekitar mereka.

Pengobatan herbal merupakan bagian penting dari warisan budaya mereka, sekaligus mencerminkan keselarasan antara manusia dan lingkungan.

Etnis Paser yang bertempat tinggal di daerah Kaltim, utamanya di Penajam Paser Utara (PPU), Paser dan Kota Balikpapan, memiliki pengetahuan yang mendalam mengenai manfaat berbagai jenis tumbuhan.

Mereka memanfaatkan akar, daun, batang, serta buah-buahan untuk mengatasi berbagai jenis penyakit, mulai dari yang ringan seperti demam dan gangguan pencernaan, hingga penyakit yang lebih kompleks.

Pengetahuan ini diwariskan secara turun temurun melalui tradisi lisan, sering kali diiringi dengan upacara khusus.

Pengobatan herbal adat Paser tidak hanya bertujuan untuk menyembuhkan tubuh, tetapi juga untuk merestorasi keharmonisan spiritual.

Keyakinan mereka adalah bahwa penyakit tidak hanya disebabkan oleh faktor fisik semata, melainkan juga oleh kesinambungan yang terjadi pada dimensi spiritual.

Oleh karena itu, dalam proses pengobatan seringkali melibatkan unsur doa dan mantra yang bertujuan untuk mengembalikan keseimbangan yang tersendat tersebut.

Pada zaman modern, di mana obat-obatan kimia menguasai bidang kesehatan, kebijaksanaan lokal etnis Paser menawarkan sebuah opsi yang menarik.

Terapi herbal yang mereka tawarkan telah terbukti bahwa alam memiliki kemampuan besar dalam penyembuhan, serta bahwa pengetahuan tradisional dapat berjalan sejajar dengan ilmu pengetahuan modern.

Baca Juga: Samarinda Jadi Kota Pertama Diverifikasi Bangun Sekolah Rakyat, Wali Kota Tinjau Lahan di Palaran

Berikut kearifan lokal etnis Paser dalam hal pengobatan yang telah dibukukan oleh tokoh adat Paser, Paidah Riansyah.

Di antaranya, puli jerawat dan restong (obat jerawat dan flek hitam), yaitu campuran bunga bujok datu, kelabat, barung tuak, juitan hitam, dan beras yang diolah menjadi bedak untuk mengatasi jerawat dan flek hitam.

Puli roton piyuto (obat sakit mata), yaitu daun sirih direbus dan airnya digunakan untuk mencuci mata yang sakit.

Puli kikit buyon (obat sakit perut setelah melahirkan), yaitu kelapa muda dibakar dan airnya diminum untuk menyembuhkan sakit perut setelah melahirkan.

Puli mondos danum (obat mencret), yaitu daun muda pucuk jambu klutuk ditumbuk dan dicampur air untuk mengobati mencret.

Puli roton tekanan (obat tekanan), yaitu daun ceri direbus dan airnya diminum untuk mengobati tekanan darah tinggi.

Puli cacing kermi (obat cacing), ambil buah mengkudu setengah matang direbus dan airnya diminum untuk mengobati cacing pita.

Puli bungkak tete (obat kanker payudara), yaitu benalu yang tumbuh di pohon jeruk nipis atau langsat direbus dan airnya diminum untuk mengobati kanker payudara. (far)

ARI ARIEF
ari.arief@kaltimpost.co.id

Editor : Faroq Zamzami
#pengobatan tradisional #kaltim #paser