Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Populasi Penajam Paser Utara Terus Tumbuh, Kursi DPRD Berpotensi Bertambah

Redaksi Prokal • 2026-02-07 13:00:00
Suasana kesibukan di Dermaga Baru Tengah, tempat penyeberangan utama yang menjadi nadi transportasi warga Balikpapan menuju Penajam
Suasana kesibukan di Dermaga Baru Tengah, tempat penyeberangan utama yang menjadi nadi transportasi warga Balikpapan menuju Penajam

PROKAL.CO- Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mencatatkan pertumbuhan penduduk yang konsisten dan stabil dalam lima tahun terakhir. Data terbaru menunjukkan bahwa laju pertambahan jiwa di wilayah serambi Ibu Kota Nusantara (IKN) ini berada pada kisaran 2 hingga 3 persen setiap semester, mencerminkan daya tarik wilayah yang kian meningkat bagi para pendatang maupun pertumbuhan alami penduduk lokal.

Berdasarkan catatan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) PPU, pada semester I tahun 2025, jumlah penduduk telah menyentuh angka 203.661 jiwa. Kabid Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan, Bachtiar Latief, memproyeksikan bahwa pada semester II 2025, populasi PPU akan bertambah sekitar 2.000 hingga 3.000 jiwa, sehingga total penduduk diperkirakan segera menembus angka 205 ribu jiwa. Pertumbuhan ini dipicu oleh akumulasi angka kelahiran serta tingginya arus migrasi penduduk yang mencari peluang ekonomi di wilayah tersebut.

Peningkatan jumlah penduduk ini membawa implikasi strategis pada peta politik daerah. Dengan populasi yang kini telah melampaui ambang batas 200 ribu jiwa, Kabupaten PPU berpeluang besar mendapatkan penambahan alokasi kursi di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) menjadi 30 kursi pada periode mendatang. Komisi Pemilihan Umum (KPU) pun telah mulai memantau data ini sebagai rujukan utama dalam melakukan penataan daerah pemilihan dan pengalokasian kursi legislatif.

Secara geografis, Kecamatan Penajam masih memegang kendali sebagai wilayah dengan kepadatan penduduk tertinggi. Namun, Kecamatan Sepaku kini membuntuti dengan tren peningkatan mobilitas yang signifikan seiring masifnya pembangunan IKN. Banyak warga baru yang datang untuk bekerja maupun menjajaki peluang bisnis di sekitar kawasan inti pemerintahan baru tersebut. Saat ini, pemerintah daerah masih menunggu rilis resmi data mendetail dari Kementerian Dalam Negeri guna melakukan pemetaan kependudukan yang lebih akurat hingga tingkat RT.(*)

Editor : Indra Zakaria