Jelang pilkada, masyarakat mulai menyematkan harapan-harapan soal sosok yang nantinya memimpin Kota Bontang.
BONTANG - Redaksi Bontang Post (Kaltim Post Group) berkesempatan mewawancarai beberapa orang terkait sosok seperti apa dan apa yang harus kepala daerah Bontang hasil Pilkada 2024. Seperti sejumlah pedagang di Pasar Taman Rawa Indah (Tamrin). Mayoritas pedagang di gedung empat lantai itu berkeinginan agar pemimpin nantinya melakukan penataan lapak pedagang menjadi lebih baik.
"Kami ingin semua pedagang berjualan di dalam bangunan. Kan masih banyak lapak yang kosong," kata Aswar, pedagang ayam potong.
Diakuinya, ia baru mengetahui beberapa bacalon wali kota ataupun wakil wali kota yang akan maju dalam pilkada. "Sekarang baru tahu dua orang sih. Basri Rase dan Bakhtiar Wakkang," akunya.
Hal yang sama turut disuarakan pedagang ikan kering Bustan. Ia menuturkan, lokasi pedagang mestinya disatukan sesuai kategorinya. "Jadi enggak pisah-pisah," tutur dia.
Lebih lanjut, wawancara juga dilakukan dengan sekelompok ojek online (ojol) di Bontang. Mereka menyuarakan infrastruktur jalan yang mesti bagus di periode yang baru. Mengingat aspek tersebut sangat penting untuk keselamatan pengguna jalan.
"Terutama untuk kami yang kesehariannya bekerja menggunakan fasilitas jalan raya. Sekarang ini masih banyak (jalan) yang bolong," ujar Akbar, salah satu driver.
Ia bahkan menyebut sejumlah titik jalan raya membutuhkan perbaikan secepatnya. Seperti di Jalan Cipto Mangunkusumo. Lantaran arus lalu lintas ramai di waktu-waktu tertentu. "Anggaran yang ada itu lebih baik untuk perbaikan jalan, jangan bimtek ke luar kota terus," sebut dia.
Selain itu, pengembangan pariwisata juga mesti digencarkan, sebab dinilai turut berpengaruh terhadap penggunaan jasa ojek online. "Saya baru tahu empat bacalon yang maju di pilkada. Yaitu Basri Rase, Neni Moerniaeni, Bajuri, dan Agus Haris," ucapnya.
Terpisah, salah seorang juru parkir di Jalan Ahmad Yani, Dela Hermawan, juga mengharapkan perhatian dari pemerintahan yang baru. Berupa pemberian bantuan sosial yang lebih tepat sasaran. Terutama kesejahteraan pekerja harian lepas dan keluarga kurang mampu. Baik bantuan pangan ataupun beasiswa.
"Tentu kami akan sangat terbantu dengan itu. Semoga pemerintahan periode selanjutnya lebih dapat memerhatikan hal ini," jelasnya.
Sementara, salah satu pelaku usaha kafe di Jalan Pattimura, Denny, memberi catatan terkait kenaikan harga pangan. Menurutnya, pengendalian harga bahan baku harus menjadi perhatian pemimpin Kota Bontang selanjutnya.
Bagi pelaku usaha seperti dirinya, harga bahan pangan sangat berpengaruh terhadap harga jual yang telah ditetapkan. "Apalagi di waktu tertentu seperti jelang Lebaran, harga bahan pokok cenderung lebih tinggi. Jadi, kadang perhitungan kami meleset," tutur dia.
Meski begitu, event yang kerap diselenggarakan menjadi wadah agar UMKM di Bontang lebih dikenal oleh masyarakat luas. Hal tersebut pun memberi dampak positif, sehingga ia berharap program yang melibatkan UMKM dapat terus ditingkatkan.
"Siapa pun yang memimpin nantinya, saya kira program seperti ini harus dilanjutkan dan dimaksimalkan. Bahkan, memberikan program-program yang lebih baik lagi," tandasnya. (kpg/rdh/k15)
Editor : Indra Zakaria