Advertorial Balikpapan Bisnis Bola Daerah Bola Dunia Hiburan Hoax IKN Internasional Kesehatan Kriminal Lifestyle Nasional Pemerintahan Politik Pro Kalimantan Prokal Balikpapan Prokal Berau Prokal Kaltara Prokal Kaltim Prokal News Ramadan Samarinda Sport Teknologi

Melawan Stigma, Ini Daftar Dinasti Politik di Kaltim...

Romdani. • 2024-05-05 12:22:12
ilustrasi dinasti politik
ilustrasi dinasti politik

Nama Rudy Mas’ud mencuat sebagai calon gubernur Kaltim 2024. Partai Golkar, tempat Rudy bernaung, memastikan anggota DPR RI terpilih dalam Pemilihan Legislatif (Pileg) 2024 telah mendapatkan rekomendasi. Itu berdasarkan hasil Rapat Kerja Daerah (Rakerda) dan Rapat Pimpinan Daerah (Rapimda) Partai Golkar.

Rekomendasi yang dikeluarkan oleh DPD Golkar tersebut ditindaklanjuti oleh DPP Golkar. Partai berlambang pohon beringin tersebut kemudian mengeluarkan surat mandat kepada Rudy Mas’ud yang juga ketua Golkar Kaltim sebagai calon tunggal. Untuk melakukan kerja-kerja politik dalam upaya memenangkan Golkar dalam Pilkada Kaltim.

“Dari DPP Golkar ada 1.164 calon kepala daerah di seluruh Indonesia yang menerima mandat tersebut,” terang Rudy saat menggelar jumpa pers di Samarinda, Jumat (12/4). 

Keterlibatan Rudy Mas’ud di pentas eksekutif itu mengekor kedua saudaranya yang lebih dulu memegang jabatan kepala daerah. Sebelumnya, sang adik, Abdul Gafur Mas’ud lebih dulu menjabat sebagai bupati Penajam Paser Utara (PPU) periode 2018-2022. Namun belum masa habis masa jabatan, karier politik pria yang akrab disapa AGM tersebut terhenti setelah ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi pada 2022 lalu.

Kemudian sang kakak, Rahmad Mas’ud juga saat ini masih menjabat sebagai wali kota  Balikpapan periode 2021-2024. Untuk Pilwali  Balikpapan 2024, Rahmad dipastikan akan kembali maju sebagai calon wali kota untuk periode kedua.

Kepada Kaltim Post, Rahmad mengakui ada keinginan maju. Namun disebutnya masih ada proses. Ketua Golkar Balikpapan tersebut mengatakan, secara nasional, partai beringin itu belum membuka pendaftaran untuk menjaring bakal calon wali kota/wakil wali kota. Sedangkan untuk rekomendasi, dirinya juga belum menerima.

“Rekomendasi baru dikeluarkan pusat untuk gubernur (Kaltim). Tetapi ‘kan belum final. Nanti ada mekanismenya. Tim survei diturunkan, berkoalisi dengan siapa, siapa wakilnya. Itu banyak prosesnya. Nanti setelah 23 September (penetapan pasangan calon) nah itu pastinya,” ungkap Rahmad setelah membuka kejuaraan bulu tangkis Piala Wali Kota  Balikpapan di  Balikpapan Sport and Convention Center (BSCC), Rabu (1/5).

Secara pribadi, dirinya akan melihat sosok-sosok lain yang akan maju sebagai calon wali kota Balikpapan. Jika ada yang lebih baik, dirinya pun akan mendukungnya. Namun jika memang dirinya masih dipercaya oleh masyarakat Balikpapan untuk kembali memimpin, maka dia akan kembali maju mencalonkan diri.

“Saya kalau masih dipercaya bismillah. Kan bergantung warga. Namun, lebih bagus banyak yang maju (calon wali kota). Karena banyak pilihan. Supaya warga bisa memilih. Yang penting jangan pilih-pilih,” singkatnya.

Selain Rudy Mas’ud dan Rahmad Mas’ud, ada sosok Hassanuddin Mas’ud yang juga sebagai ketua Golkar Kutai Kartanegara (Kukar) bakal maju sebagai calon bupati Kutai Kartanegara (Kukar). Bahkan, nama ketua DPRD Kaltim pengganti Makmur HAPK tersebut sudah mendapat penugasan oleh partainya maju menjadi calon bupati Kukar bersama Muhammad Husni Fahruddin.

Dalam Pileg 2024 lalu, selain Rudy Mas’ud dan Hasanuddin Mas’ud yang terpilih kembali sebagai anggota dewan, satu lagi keluarga Mas’ud, yakni Syahariah yang terpilih sebagai anggota DPRD Kaltim Dapil PPU dan Paser periode 2024 - 2029.

Selain keluarga Mas’ud, panggung politik Kaltim sejak satu dekade terakhir telah banyak diisi politikus hingga kepala daerah yang memiliki keterikatan darah dan keluarga. Sebut saja almarhum Yusriansyah Syarkawi, bupati Paser periode 2016-2021.

Kepemimpinannya dilanjutkan sang anak, dr Fahmi Fadli yang kini menjabat bupati Paser periode 2021-2024. Bahkan anak-anak Syarkawi lainnya, yakni Hendra Wahyudi dan Yenni Eviliana duduk sebagai anggota DPRD di periode 2019-2024. Dan sang menantu, Sinta Rosma Yenti terpilih sebagai anggota DPD RI periode 2024-2029.

Selain di Paser, trah politik juga berlangsung di Bontang. Ada sosok pasangan Neni Moerniaeni, wali kota Bontang periode 2016-2021 dan Sofyan Hasdam yang juga wali kota Bontang dua periode hingga 2011 lalu. Kini, Sofyan Hasdam menjadi anggota DPD RI terpilih periode 2024-2029. Selain suami istri tersebut, dua anak dan satu menantu mereka merupakan anggota DPRD dan anggota DPRD terpilih dalam Pileg 2024.

Di Kutim pun demikian. Ada sosok Ismunandar, bupati Kutim periode 2016—2020. Di mana sang istri sempat menjabat sebagai ketua DPRD Kutim, hingga keduanya ditangkap KPK dalam kasus dugaan suap terkait proyek infrastruktur pada 2020 lalu. Sementara sang anak, Siti Rizky Amalia merupakan anggota DPRD Kaltim periode 2019-2024.

Keterlibatan keluarga dalam lingkaran kekuasaan pemerintah termasuk legislatif juga ditunjukkan ke sosok-sosok seperti Mahyudin, anggota DPD RI periode 2019-2024 dan saudara-saudaranya, dua keluarga mantan Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak, mantan wali kota Samarinda Syaharie Jaang dan istri, Puji Setyowati hingga anggota DPR RI terpilih Syafruddin dan istrinya Damayanti yang juga bakal duduk sebagai wakil rakyat di Karang Paci, sebutan Gedung DPRD Kaltim untuk periode 2024-2029. (rom)

Editor : Indra Zakaria
#kaltim