Di Tapin hanya satu pasangan. Milhan yang berpasangan dengan Habib Farid Assegaf. Begitu pula di HST, hanya pasangan Aulia Oktafiandi-Mansyah Sabri.
Sedangkan di Banjarmasin, dua pasangan bakal calon menyerahkan syarat dukungan ke KPU Banjarmasin. Mereka adalah M Lutfi Saifuddin-Habib Faturrachman Bahasyim, dan pasangan Anang Misran-Aspihani Ideris.
Ketua KPU Kalsel, Andi Tenri Sompa membeberkan sejak pendaftaran dan penyerahan syarat dukungan bakal calon independen dibuka pada 8-12 Mei tadi, hanya empat daerah yang masuk berkas syarat dukungan.
Khusus di KPU Kalsel juga tak ada yang menyerahkan syarat dukungan untuk maju di Pilgub Kalsel. “Sampai batas waktu terakhir pada 12 Mei 2024 pukul 23.59 WITA, tak ada yang menyampaikan pembuatan akun bakal calon perseorangan, serta yang menyertakan syarat dukungan ke KPU Kalsel,” terang Tenri.
Bagi Bawaslu Kalsel, syarat dukungan persyaratan melalui fotokopi E-KTP ini menjadi fokus pengawasan. Terutama perlu pengawasan ketat saat verifikasi dokumen yang diserahkan. “Jangan sampai nanti ada yang tidak memberikan dukungan, tapi malah KTP-nya ada diberikan,” kata Ketua Bawaslu Kalsel, Aries Mardiono.
Demi meminimalkan dukungan bodong, pihaknya memastikan akan melakukan pendampingan langsung saat pelaksanaan verifikasi faktual. “Jangan sampai ada dukungan yang tak memenuhi syarat, malah ditetapkan memenuhi syarat,” tekannya.
Kontestasi di Kotabaru Memanas
Beberapa calon yang awalnya diam, tiba-tiba membuat kejutan di Kotabaru. Mendaftar menjadi bakal calon bupati dan wakil bupati melalui jalur independen. Bahkan, peminat non partai atau jalur perseorangan di Bumi Sa-Ijaan ternyata ada empat pasangan.
Dari pantauan di hari terakhir pendaftaran Minggu (12/5), mereka datang secara bergantian. Ada yang hanya mengutus timnya. Ada juga langsung dihadiri bakal calon bersama timnya.
Iqbal Yudiannor optimis bisa tetap lolos di jalur perseorangan. Jalur ini sudah pernah dilakoninya pada 2014. “Kalau di persyaratan diminta 24 ribu, kami sudah menyerahkan sekitar 30 ribu.
Persiapan tambahan pun kami sudah siapkan,” ungkapnya. Iqbal optimis karena timnya bergerak sudah tiga bulan lebih.
Ketua KPU Kotabaru, Andi Saidi menjelaskan pendaftar calon perseorangan belum dipastikan lolos semua. Masih ada proses selanjutnya. Bakal calon akan menginput ke silon yang sudah diarahkan pada saat pendaftaran. “Kemudian kami verifikasi dan faktualkan,” katanya. Tidak hanya minimal sebanyak 24 ribu dukungan beserta pernyataan. Sebarannya juga minimal di 12 kecamatan.
Di Tapin Satu Gagal
Hingga batas waktu terakhir pendaftaran, hanya pasangan Milhan-Habib Farid Assegaf yang menyerahkan persyaratan ke KPU Tapin. Padahal sebelumnya ada dua bakal calon jalur independen di Tapin yang ingin meramaikan pesta demokrasi. Satunya lagi pasangan Basuki Rahmat Yani dan Jainuddin.
Basuki Rahmat Yani atau akrab disapa Haji Upi mengaku alasan batalnya mendaftar karena terkendala persyaratan model B-1 KWK perseorangan. “Sebenarnya untuk KTP sudah memenuhi syarat. Kami mengumpulkan sebanyak 15.309 lembar,” akunya, Senin (13/5).
Namun, harus disertai dengan surat pernyataan dukungan. Ia baru mengetahui persyaratan itu pada 6 Mei tadi. Sedangkan pendaftaran dibuka dari 8-12 Mei. Lantaran mepet waktu dan gagal memenuhinya, ia hanya bisa pasrah dan berterima kasih kepada warga yang sudah mendukungnya untuk maju dengan mengumpulkan KTP secara sukarela atau tanpa imbalan. “Tapi hanya sampai di sini. Kita legawa menerima hal ini,” tuturnya.
Wakilnya, Jainuddin juga mengharapkan kepada semua simpatisannya untuk bisa bersabar. “Kami akan belajar dari pengalaman ini. Di masa berikutnya akan diusahakan,” paparnya.
Calon lainnya, Milhan sudah menyerahkan 17.935 berkas dukungan yang tersebar di 10 kecamatan. “Jadi angka dukungan dan sebaran ini melebihi jumlah minimal KPU yakni 14.248 dukungan dan tujuh sebaran kecamatan,” tuturnya.
Menurutnya, mendaftar lewat jalur independen ada tantangannya. Harus melakukan input data. “Jadi kami perlu lembur, karena waktunya memang mepet,” akunya.
Ketua KPU Tapin, Fakhrian Noor mengakui bahwa jumlah dukungan dan sebaran pasangan Milhan-Habib Farid Assegaf melebihi batas minimum. “Setelah ini akan kita verifikasi,” tegasnya.
Petahana Kembali Mendaftar Independen
Di Hulu Sungai Tengah (HST) dipastikan hanya ada satu paslon yang maju Pilbup 2024 lewat jalur independen. Ketua KPU HST, Ardiansyah mengatakan paslon yang mendaftar hanya petahana H Aulia Oktafiandi-Mansyah Sabri.
Meski juga melamar ke parpol-parpol, Aulia Oktafiandi-Masyah Saberi tetap menggunakan jalur independen. Di Pilbup sebelumnya, petahana sudah pernah melaluinya. Bahkan, terpilih menjadi kepala daerah.
KPU HST sebenarnya melayani dua tim yang telah mengambil formulir untuk penyerahan berkas syarat jalur independen kali ini. “Sampai waktu tahapan berakhir, kami hanya menerima satu yang menyerahkan berkas syarat dukungan tersebut,” ujarnya, Senin.
Aulia Oktafiandi-Masyah Saberi menyerahkan berkas sebanyak 32.123 dukungan sehari sebelumnya. “Berkasnya sudah kami terima dan dinyatakan lengkap secara administrasi, hingga dibuatkan berita acara,” ungkapnya. (*)
Pendaftar Jalur Independen Pilkada Kalsel
Banjarmasin
- M Lutfi Saifuddin-Habib Faturrachman Bahasyim
- Anang Misran-Aspihani Ideris
Kotabaru
- Fatma Idiana-Said Ahmad
- Rusdianto Haleng-Said Azhar Al Khairid
- Iqbal Yudiannoor-Surya Wahyudi
- M Arif-Baharudin.
Tapin
- Milhan-Habib Farid Assegaf
HST
- Aulia Oktafiandi-Mansyah Sabri