Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Politik Uang Itu Haram, MUI Kalsel: Penyuap dan yang Disuap Dilaknat!

Wahyu Ramadhan • Jumat, 28 Juni 2024 - 18:45 WIB
PARTISIPATIF: Penandatanganan kerja sama pengawasan partisipatif antara MUI Kalsel dan Bawaslu Kalsel di Banjarmasin, Kamis (27/6). (FOTO: WAHYU RAMADHAN/RADAR BANJARMASIN)
PARTISIPATIF: Penandatanganan kerja sama pengawasan partisipatif antara MUI Kalsel dan Bawaslu Kalsel di Banjarmasin, Kamis (27/6). (FOTO: WAHYU RAMADHAN/RADAR BANJARMASIN)

 

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kalimantan Selatan mengharamkan politik uang. Mengingatkan umat untuk menggunakan hak pilih dengan sebaik-baiknya.

Agar Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 serentak nanti berjalan dengan jujur dan fair. Hal itu diutarakan Ketua MUI Kalsel, Kiai Husin Nafarin usai penandatanganan perjanjian kerja sama pengawasan partisipatif bersama Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kalsel, Kamis (27/6) di Hotel Aria Barito.

"Di dalam hadis disebutkan bahwa penyuap, penerima suap, atau perantaranya sama-sama mendapat laknat," tegasnya. "Orang menyogok maupun yang disogok itu sama, ancamannya masuk neraka," tambahnya.

Selain mengingatkan pemilih agar tidak terjerumus pada praktik politik uang, ia juga meminta agar masyarakat jangan berpecah belah hanya karena berbeda pilihan politik. 

"Pilihan itu sesuai hati nurani masing-masing. Tapi, jangan sampai terjadi silang sengketa hanya karena berbeda pilihan," pesan Nafarin.Terpisah, Ketua Bawaslu Kalsel, Aries Mardiono mengungkap ada 18 lembaga dan instansi yang menandatangani perjanjian kerja sama pengawasan partisipatif itu.

Mulai dari MUI Kalsel, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), hingga pers. Ia berharap, lewat pengawasan partisipatif, terwujud Pilkada yang aman, damai, taat asas dan taat aturan.

Diutarakan Aries, sudah menjadi pengetahuan umum bahwa setiap pemilu rawan dengan gesekan. "Kerja sama ini penting agar suasana kondusif dalam Pilkada bisa terjaga," ujarnya. "Tidak diwarnai dengan adanya politisasi agama, suku, ras, dan golongan," sambungnya.Lebih lanjut, Aries juga menekankan peran penting media selama Pilkada. Yakni, untuk menghalau disinformasi dan hoaks. "Kawan-kawan pers bisa mencegah itu. Sehingga kontestasi Pilkada bisa berjalan dengan baik dan kualitasnya pun meningkat," harapnya.

"Sehingga pemimpin yang terpilih nanti bisa amanah untuk mewujudkan kesejahteraan bangsa dan negara," tandasnya. (*)

 
 
Editor : Indra Zakaria