"Pilihan itu sesuai hati nurani masing-masing. Tapi, jangan sampai terjadi silang sengketa hanya karena berbeda pilihan," pesan Nafarin.Terpisah, Ketua Bawaslu Kalsel, Aries Mardiono mengungkap ada 18 lembaga dan instansi yang menandatangani perjanjian kerja sama pengawasan partisipatif itu.
Mulai dari MUI Kalsel, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), hingga pers. Ia berharap, lewat pengawasan partisipatif, terwujud Pilkada yang aman, damai, taat asas dan taat aturan.
Diutarakan Aries, sudah menjadi pengetahuan umum bahwa setiap pemilu rawan dengan gesekan. "Kerja sama ini penting agar suasana kondusif dalam Pilkada bisa terjaga," ujarnya. "Tidak diwarnai dengan adanya politisasi agama, suku, ras, dan golongan," sambungnya.Lebih lanjut, Aries juga menekankan peran penting media selama Pilkada. Yakni, untuk menghalau disinformasi dan hoaks. "Kawan-kawan pers bisa mencegah itu. Sehingga kontestasi Pilkada bisa berjalan dengan baik dan kualitasnya pun meningkat," harapnya.
"Sehingga pemimpin yang terpilih nanti bisa amanah untuk mewujudkan kesejahteraan bangsa dan negara," tandasnya. (*)