HASIL Quick Count Pemilihan Gubernur Kaltim pada tahun 2024 ini, dari beberapa lembaga survei telah mengeluarkan hasilnya. Salah satunya ialah Lembaga Survei Indikator yang menyebut bahwa pasangan Rudy Mas'ud- Seno Aji unggul 56,68 persen dan Isran Noor- Hadi Mulyadi 43.32 persen.
Menanggapi hal itu, Tim Pemenangan Isran Noor dan Hadi Mulyadi pun melakukan klarifikasi terhadap hasil itu. Ketua Tim Pemenangan Isran-Hadi, Iswan Priady mengatakan bahwa terdapat beberapa kejanggalan dalam sistem pemungutan suara. Pihaknya pun telah melakukan analisa terhadap dokumen C Pleno yang sudah diterima. Dimana terdapat sejumlah kejanggalan dalam hasil C Pleno tersebut.
"Dari total 6.274 C-Plano sesuai jumlah TPS, hingga Rabu malam, sudah menganalisa sebanyak 792 berkas. Dari jumlah itu, 365 di antaranya bermasalah," ucapnya.
Menurut Iswan, jumlah bermasalah itu akan bertambah karena pihaknya terus melakukan analisa terhadap dokumen C-Plano yang tersisa. "Kami menargetkan akan menyelesaikan verifikasi hingga Kamis dini hari, pukul 03.00 Wita," tegasnya.
Terkait masalahnya, kata Iswan berkaitan dengan jumlah perolehan suara yang tidak sesuai hingga adanya dugaan adanya Daftar Pemilih Tetap (DPT) siluman.
"Kami menemukan ada surat suara yang melebihi DPT yang ada, dan bahkan ada DPT yang melebihi jumlah suara yang ada. Ini suara siluman," tegasnya
Atas dugaan kecurangan itu, Iswan mengaku pihaknya tidak mengakui hasil hitung cepat atau quick count.
Hal ini, berkaitan dengan hasil hitung cepat sejumlah lembaga yang menyatakan kemenangan untuk Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur nomor urut 2, Rudy Mas'ud - Seno Aji. "Kami hanya mengakui hitung resmi dari KPU atau Real Count," pungkasnya. (mrf/nha)
Editor : Indra Zakaria