Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Kapal dari Parepare Merapat di Samarinda, Ribuan Penumpang Turun, Ada yang Bawa 4 Motor Tanpa Surat-Surat

Indra Zakaria • 2025-04-09 14:15:00
RIBUAN PENUMPANG. Suasana di Pelabuhan Samarinda saat arus balik Lebaran Idulfitri 1446 H. Empat kendaraan ditilang lantaran tidak dilengkapi surat kendaraan. (kis)
RIBUAN PENUMPANG. Suasana di Pelabuhan Samarinda saat arus balik Lebaran Idulfitri 1446 H. Empat kendaraan ditilang lantaran tidak dilengkapi surat kendaraan. (kis)

 

Puncak arus balik di Pelabuhan Samarinda mengalami peningkatan yang sangat signifikan. Kapal Motor (KM) Aditya dari Pelabuhan Parepare - Samarinda bersandar di Pelabuhan Samarinda, Jalan Yos Sudarso, Samarinda Kota dengan membawa 1.776 penumpang, Senin (7/4) siang.

"Sesuai dengan prediksi bahwa puncak arus balik ada di hari Minggu dan Senin, sebab besok (hari ini) sudah mulai sekolah dan besok sudah mulai masuk kerja," ujar Kepala Seksi Penjagaan Patroli dan Penyelidikan KSOP Samarinda, Capt Sahrun Aziz.

Tidak hanya mengangkut ribuan penumpang, KM Aditya juga mengangkut 43 kendaraan roda dua. Saat arus balik dari Pelabuhan Parepare ke Pelabuhan Samarinda, terdapat empat unit kapal penumpang yang sama pada saat arus mudik.

"Yang digunakan kapal saat arus balik itu ada tiga kapal dari Parepare, terus ditambah satu kapal perintis KM Sabuk Nusantara dari Palu ada empat jumlah," ucapnya.

Faradila (26), salah satu penumpang yang turun dari kapal KM Aditya mengatakan, ribuan orang di dalam kapal tersebut tidak mendapatkan tempat untuk istirahat. Bahkan, penumpang harus tidur di depan pintu toilet hingga bagian luar kapal. "Penumpang banyak karena di atas kapal padat sekali, biar mau jalan ke toilet ada orang yang tidur yang di depan kamar mandi," ucapnya. Saat di dalam kapal pun, ia mengatakan, harus bersabar jika ingin ke toilet ataupun kamar mandi, sebab harus antre.

Kapolsek Kawasan Pelabuhan (KP) Samarinda AKP Yusuf menjelaskan, pihaknya memperketat pengawasan saat arus balik lebaran 2025 di Kota Samarinda. Pada puncak arus balik pihaknya melakukan penilangan satu unit kendaraan roda empat dan 3 unit kendaraan roda dua. Ke semuanya kendaraan ini ditemukan pelanggaran tidak memiliki Surat Tanda Kendaraan Bermotor (STNK), SIM, dan tidak memasang plat pada kendaraan.

"Kami memeriksa barang orang ataupun kendaraan bermotor. Kami menemukan ada berapa unit motor yang tidak dilengkapi dengan kelengkapan kendaraan termasuk surat-surat bermotornya terhadap kendaraan-kendaraan yang tidak memiliki surat kendaraan motornya ini kami akan melakukan pengecekan apakah benar motor ini secara sah dan meyakinkan daripada orang yang membawa atau tidak," ujar Yusuf.

Yusuf melanjutkan, kendaraan yang ditilang tersebut diduga menyewa di tempat leasing dengan jangka waktu tertentu saja, sehingga tidak memiliki kelengkapan kendaraan secara resmi. Ia juga mengatakan para pengendara kendaraan itu tidak memiliki surat izin mengemudi.

"Kendaraan leasing tidak ada suratnya, tidak ada platnya dan kendaraan merekayasa nomor polisinya. Ini kita curigai. Sebab kami dapat laporan dari leasing-leasing juga banyak kendaraan leasing yang dari Sulawesi yang di bawa itu hilang. Ini yang akan kita tertibkan," ujarnya.

Saat ini keempat kendaraan tersebut pun sedang dalam proses pemeriksaan oleh Kepolisian Sektor Pelabuhan Samarinda karena sudah jelas melanggar aturan Lalulintas. Pihaknya, akan melakukan pengecekan database kendaraan.

Ia pun berharap bagi para pemilik kendaraan baik yang dibawa keluar masuk pulau untuk memastikan kelengkapan kendaraan dan kelengkapan diri, sehingga tidak terhambat saat melakukan perjalanan. "Apabila membawa kendaraan dari luar daerah betul-betul dilengkapi, surat-suratnya legalitasnya sehingga ke depan tidak ada masalah hukum," pungkasnya. (kis/nha)

 

Editor : Indra Zakaria