SAMARINDA- Pemangkasan dana transfer dari pemerintah pusat sebesar sekitar Rp150 miliar diperkirakan akan mengubah peta pembangunan di Samarinda. Jika beberapa proyek besar, seperti Terowongan Samarinda, berhasil "bernapas lega" karena kontraknya rampung tepat waktu, proyek lain seperti Teras Samarinda Tahap III kini berada di ujung tanduk.
Wali Kota Samarinda, Andi Harun, secara jujur mengakui bahwa kelanjutan Teras Samarinda Tahap III masih belum jelas. "Kami realistis saja. Kalau anggaran tidak memungkinkan, tidak mungkin kita paksakan," tegasnya. Kondisi ini memaksa Pemkot untuk meninjau ulang prioritas belanja, dan setiap kegiatan non-prioritas akan dievaluasi ulang dengan hati-hati.
Meskipun demikian, Andi Harun memastikan bahwa proyek yang sudah terikat kontrak multiyears dan proyek yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, seperti layanan dasar pendidikan dan kesehatan, akan tetap dijaga. (*)
Editor : Indra Zakaria