Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

APBD Samarinda Menipis, Pemkot Pangkas Anggaran OPD dan Ajak Cari Sumber Pendapatan Baru

Redaksi • Senin, 25 Agustus 2025 - 20:00 WIB
ilustrasi APBD
ilustrasi APBD

SAMARINDA- APBD Kota Samarinda untuk tahun 2026 diprediksi akan menyusut secara drastis, dari yang biasanya mencapai triliunan rupiah kini hanya sekitar Rp5,3 triliun. Hal ini disebabkan oleh pemangkasan dana transfer ke daerah (TKDD) dan dana bagi hasil (DBH) dari pemerintah pusat. Kondisi ini membuat Pemkot Samarinda harus melakukan efisiensi dan meminta setiap OPD mencari sumber pendapatan baru.

Menurut Kepala Bapperida Samarinda, Ananta Fathurrozi, Dana Bagi Hasil (DBH) Samarinda diperkirakan hanya akan menerima sekitar Rp800 miliar, jauh dari angka normal Rp1,6 triliun.

“Jika setiap tahun DBH Samarinda bisa sampai Rp1,6 triliun, tahun depan kira-kira hanya Rp800 miliar saja,” pungkasnya.

Dampak dari pemangkasan ini langsung dirasakan oleh seluruh OPD, termasuk Disporapar yang anggaran kegiatannya terpangkas hingga 40 persen. Respon cepat Wali Kota Samarinda, Andi Harun, yang menginstruksikan setiap dinas untuk menyusun strategi peningkatan PAD, menunjukkan keseriusan pemda dalam menghadapi tantangan fiskal yang berat ini.

Rencana penyesuaian anggaran untuk kegiatan di Disporapar Samarinda sudah dievaluasi oleh Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD). Meski anggaran terpangkas cukup besar, Muslimin menegaskan sejumlah kegiatan prioritas tetap berjalan. “Kemungkinan di Disporapar sendiri terpangkas 30–40 persen. Kami harus ikuti aturan karena itu kebijakan dari pusat,” kata Kepala Disporapar Samarinda, Muslimin. (*)

Editor : Indra Zakaria