Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Bapenda Samarinda Agresif Kejar Target Rp1,1 Triliun, Luncurkan 'Kios Etam' untuk Permudah Pembayaran Pajak

Redaksi Prokal • Sabtu, 11 Oktober 2025 - 20:52 WIB
Kios Etam di halaman kantor Bapenda Samarinda yang layananannya seperti mesin ATM. (MELI/SAPOS)
Kios Etam di halaman kantor Bapenda Samarinda yang layananannya seperti mesin ATM. (MELI/SAPOS)

SAMARINDA- Menjelang akhir tahun, Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda berpacu dengan waktu untuk mengejar target Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp1,1 triliun. Upaya ini dilakukan di tengah tekanan akibat berkurangnya Transfer ke Daerah (TKD) dari pemerintah pusat. Hingga triwulan ketiga 2025, capaian PAD Samarinda baru mencapai 73 persen.

Menyikapi sisa 27 persen yang harus dikejar dalam tiga bulan terakhir, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Samarinda bergerak agresif memperkuat sistem pemungutan pajak. Salah satu langkah percepatan yang diluncurkan adalah Kios Etam, mesin pembayaran pajak digital yang bekerja layaknya ATM.

“Kami akan maksimalkan tiga bulan terakhir ini. Ada beberapa program yang kami dorong, salah satunya Kios Etam untuk memudahkan masyarakat membayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB),” ujar Kepala Bapenda Samarinda, Cahya Ernawan, Jumat (10/10/2025).

Kios Etam Didekatkan ke Masyarakat

Saat ini, Kios Etam sudah tersedia di halaman kantor Bapenda dan secara bertahap akan ditempatkan di setiap kecamatan. Hingga kini, lima Unit Pelayanan Terpadu (UPT) telah memiliki Kios Etam. Penempatan dilakukan berdasarkan kepadatan penduduk dan tingkat aktivitas ekonomi.

"Hari ini kami antar ke Kecamatan Samarinda Seberang dulu, tapi fungsionalnya masih kami cek. Harapannya masyarakat bisa lebih mudah membayar pajak tanpa harus jauh-jauh ke UPT,” jelas Cahya.

Selain memperluas jangkauan layanan, Bapenda juga mengintensifkan sosialisasi digital dan sensus pajak lapangan untuk meningkatkan kepatuhan wajib pajak.

Pengawasan Diperketat Demi Target PAD
Cahya menegaskan, Bapenda juga tengah memperketat pengawasan terhadap wajib pajak, khususnya usaha yang melakukan pelaporan mandiri (self-assessment) seperti restoran, hotel, dan tempat hiburan.

“Kami ingin memastikan target tercapai melalui kombinasi pelayanan yang optimal dan peningkatan kepatuhan wajib pajak,” tegasnya. Langkah agresif Bapenda ini menjadi sinyal bahwa Samarinda mulai serius memperkuat kemandirian fiskal. Hal ini penting agar program pembangunan daerah dapat tetap berlanjut di tengah menyusutnya kucuran dana dari pusat.(*)

Editor : Indra Zakaria