Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Tarif Air Perumda Tirta Kencana Samarinda Naik 9 Persen Secara Bertahap Mulai 2026

Redaksi Prokal • 2026-01-23 08:00:00
Perumda Tirta Kencana Samarinda melakukan sosialisasi berkenaan penyesuaian tarif air untuk tahun 2026. Penyesuaian tarif itu dijelaskan langsung Direktur Perumda, H Nor Wahid Hasyim.
Perumda Tirta Kencana Samarinda melakukan sosialisasi berkenaan penyesuaian tarif air untuk tahun 2026. Penyesuaian tarif itu dijelaskan langsung Direktur Perumda, H Nor Wahid Hasyim.

SAMARINDA – Perumda Tirta Kencana Kota Samarinda resmi memberlakukan penyesuaian tarif air minum sebesar 9 persen yang akan diterapkan secara bertahap sepanjang tahun 2026. Kebijakan strategis ini disampaikan secara langsung dalam agenda sosialisasi yang berlangsung di Hotel Puri Senyiur Samarinda pada Kamis, 22 Januari 2026. Langkah ini diambil sebagai upaya menjaga stabilitas kinerja perusahaan di tengah melonjaknya biaya operasional produksi air bersih.

Direktur Utama Perumda Tirta Kencana, H. Nor Wahid Hasyim, menjelaskan bahwa penyesuaian tarif ini didasari oleh berbagai regulasi kuat, mulai dari Permendagri, Keputusan Gubernur, hingga Peraturan Daerah Kota Samarinda yang mengamanatkan evaluasi tarif secara berkala. Ia menekankan bahwa kenaikan ini menjadi sebuah keharusan mengingat biaya bahan kimia pengolahan air dan tarif listrik terus merangkak naik. Sebagai gambaran, biaya listrik perusahaan diproyeksikan melonjak hingga Rp60 miliar pada tahun 2025 seiring dengan peningkatan kapasitas produksi dan operasional instalasi.

Pemerintah Kota dan Perumda Tirta Kencana memastikan bahwa kenaikan ini tidak akan membebani pelanggan secara drastis karena dilakukan dalam beberapa fase. Pada Januari 2026, tarif hanya naik sebesar 2 persen, kemudian disusul kenaikan 4 persen pada Februari, 4 persen pada Mei, dan ditutup dengan kenaikan 3 persen pada tahap terakhir. Dengan skema ini, estimasi penambahan biaya bagi pelanggan yang biasanya membayar Rp100 ribu per bulan hanya akan menjadi sekitar Rp109 ribu.

Meski terdapat penyesuaian, Nor Wahid menegaskan bahwa harga air di Samarinda masih sangat terjangkau jika dibandingkan dengan harga air minum kemasan atau tarif di daerah lain di Kalimantan Timur. Saat ini, tarif rata-rata di Samarinda berada di peringkat kelima terendah di Kaltim. Selain itu, aspek keadilan sosial tetap menjadi prioritas dengan tetap digulirkannya subsidi sebesar Rp38 miliar per tahun. Masyarakat kategori miskin ekstrem bahkan mendapatkan fasilitas gratis untuk 20 meter kubik pertama, sementara pelanggan sosial lainnya digratiskan untuk 10 meter kubik pertama.

Sebagai bentuk kompensasi dan keringanan tambahan bagi warga, Perumda Tirta Kencana juga secara resmi menghapus biaya abodemen sebesar Rp10 ribu per bulan yang selama ini menjadi beban tetap pelanggan. Menanggapi aspirasi masyarakat terkait kualitas, pihak manajemen berkomitmen untuk terus meningkatkan mutu air bersih dengan mengoptimalkan proses pengendapan pada instalasi pengolahan air agar hasil distribusi ke rumah warga menjadi lebih maksimal.

Penyesuaian tarif ini juga menjadi bagian dari peta jalan besar menuju visi Wali Kota Samarinda untuk mewujudkan layanan air bersih 100 persen pada tahun 2029. Target ambisius ini diharapkan dapat tercapai lebih cepat dari target nasional tahun 2045. Dengan kondisi keuangan perusahaan yang tetap sehat melalui penyesuaian tarif ini, Perumda Tirta Kencana optimis mampu memperluas jangkauan layanan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat Samarinda secara menyeluruh. (*)

 

Editor : Indra Zakaria