SAMARINDA – Pemerintah Kota Samarinda kini mulai mengalihkan fokus penataan pasar tradisional menuju revitalisasi Pasar Segiri setelah sebelumnya sukses melakukan penataan di Pasar Pagi. Sebagai salah satu pusat aktivitas ekonomi rakyat terbesar di Kota Tepian, rencana perbaikan pasar ini sedang memasuki tahap perencanaan awal yang sangat krusial guna memastikan keberlangsungan perniagaan masyarakat tetap terjaga.
Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Samarinda, Nurrahmani, mengungkapkan bahwa proses perencanaan ini dilakukan secara mendalam dan berbasis data yang akurat. Menurut perempuan yang akrab disapa Yama tersebut, revitalisasi tidak hanya sekadar soal mempercantik struktur bangunan, tetapi juga tentang bagaimana konsep pasar yang baru nantinya dapat berfungsi optimal dalam melayani kebutuhan pedagang maupun pembeli. Penyesuaian jumlah kios dan konsep bangunan pun dilakukan mengikuti arahan langsung dari Wali Kota Samarinda yang menekankan aspek fungsionalitas di atas segalanya.
Salah satu langkah nyata yang sedang berjalan saat ini adalah pendataan menyeluruh terhadap seluruh pedagang yang beraktivitas di kawasan Pasar Segiri. Pendataan ini mencakup pemilik kios resmi, pemegang Surat Keterangan Tempat Usaha Berjualan (SKTUB), hingga pedagang kaki lima yang rutin berjualan di sana. Hingga saat ini, data menunjukkan terdapat lebih dari 2.000 pedagang riil yang menggantungkan hidupnya di kawasan pasar tersebut.
Dinas Perdagangan juga memberikan perhatian khusus pada pola aktivitas perdagangan, termasuk keberadaan pedagang subuh. Yama menjelaskan bahwa penghitungan dilakukan secara hati-hati agar tidak terjadi data ganda, mengingat banyak pedagang subuh sebenarnya merupakan pedagang dalam pasar yang meluaskan area jualannya saat pagi buta. Selain itu, Disdag tengah menyusun analisis daya beli serta memetakan posisi pedagang lama untuk dikoordinasikan lebih lanjut bersama tim perencana dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Samarinda.
Meski perencanaan terus dimatangkan, Pemerintah Kota Samarinda sejauh ini belum menetapkan kepastian waktu untuk memulai pembangunan fisik secara massal. Prioritas utama saat ini adalah memastikan koordinasi lintas perangkat daerah berjalan lancar sehingga setiap detail perencanaan benar-benar matang sebelum eksekusi dimulai. Hal ini dilakukan demi meminimalisir kendala di lapangan dan menjamin transisi yang lancar bagi para pedagang.
Langkah revitalisasi ini diharapkan menjadi tonggak baru dalam modernisasi ruang ekonomi rakyat di Samarinda tanpa menghilangkan nilai-nilai tradisionalnya. Dengan perencanaan yang komprehensif, Pemerintah Kota optimis Pasar Segiri di masa depan akan tetap menjadi denyut nadi utama ekonomi kota yang lebih bersih, tertata, dan nyaman bagi seluruh warga, sejalan dengan visi besar pembangunan daerah.(*)
Editor : Indra Zakaria