Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Lagi-Lagi Jembatan Mahulu Dihantam Tongkang: Pilar Rusak dan Beban Kendaraan Mulai Dibatasi

Redaksi Prokal • 2026-01-26 09:07:38
DITABRAK LAGI. Jembatan Mahulu kembali ditabrak oleh kapal ponton batu bara. Tabrakan ini menjadi kali kedua di tahun 2026.
DITABRAK LAGI. Jembatan Mahulu kembali ditabrak oleh kapal ponton batu bara. Tabrakan ini menjadi kali kedua di tahun 2026.

 

SAMARINDA– Keamanan Jembatan Mahakam Ulu (Mahulu) kembali terancam setelah sebuah rangkaian tongkang batu bara menghantam pilar jembatan pada Minggu (25/1/2026) pagi. Insiden ini menjadi catatan kelam ketiga kalinya dalam waktu singkat, setelah kejadian serupa juga terjadi pada Desember 2025 dan awal Januari 2026 lalu.

Berdasarkan data dari Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Samarinda, kecelakaan bermula saat kapal TB Atlantik Star 23 menabrak pelampung tambat atau buoy. Benturan tersebut memicu rantai reaksi yang menyebabkan tali tambat terputus, sehingga rangkaian kapal TB Marina 1631 yang menarik tongkang BG Marine Power 3066 hanyut terseret arus deras. Tak pelak, tongkang bermuatan lebih dari 400 ton tersebut menghantam keras pilar 4 Jembatan Mahulu di sisi Harapan Baru.

Menyikapi kejadian berulang ini, Dinas PUPR Kalimantan Timur langsung menerjunkan tim untuk melakukan uji geometri di lapangan. Hasil pemeriksaan awal menunjukkan kerusakan cukup serius pada bagian fender jembatan di sisi selatan yang kini mengalami kemiringan, pergeseran, hingga keretakan. Selain itu, pilar 8 dan pilar 9 jembatan juga dilaporkan mengalami gumpalan dan goresan dalam akibat benturan fisik kapal.

Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Kaltim, Muhammad Muran, mengimbau masyarakat untuk waspada. Sebagai langkah antisipasi dini, kendaraan dengan beban di atas 8 ton dilarang melintas untuk sementara waktu guna menghindari risiko terhadap struktur jembatan yang diduga mulai terdampak akibat hantaman beruntun tersebut. Pihaknya kini tengah mempertimbangkan pengujian struktur secara menyeluruh, baik melalui uji statis maupun dinamis.

Di sisi lain, kebijakan operasional di jalur sungai tampak masih simpang siur. Meski Kepala Dinas Perhubungan Kaltim, Yusliando, menyatakan telah berkoordinasi dengan KSOP untuk menghentikan sementara aktivitas penggolongan atau pelayaran di Sungai Mahakam, pantauan di lapangan menunjukkan aktivitas pengaturan alur oleh Pelindo masih berjalan. Belum adanya perintah tegas penghentian berlayar dari otoritas terkait memicu kekhawatiran akan terjadinya insiden serupa di masa mendatang.(*)

Editor : Indra Zakaria