PROKAL.CO, SAMARINDA– Tekanan agar 12 anggota DPRD Kalimantan Timur daerah pemilihan (Dapil) Samarinda fokus membangun wilayah konstituennya semakin menguat. Wali Kota Samarinda, Andi Harun, secara tegas meminta para wakil rakyat tersebut untuk memastikan seluruh dana pokok-pokok pikiran (pokir) mereka mengalir sepenuhnya ke pembangunan Samarinda, tanpa kecuali.
Seruan sang Wali Kota ini langsung disambut positif oleh jajaran legislator di Karang Paci. Wakil Ketua DPRD Kaltim, Ananda Emira Moes, menilai permintaan tersebut sangat wajar mengingat urgensi percepatan pembangunan di ibu kota provinsi. Politikus yang akrab disapa Nanda ini mengeklaim bahwa selama ini seluruh pokir yang ia kelola telah diarahkan khusus untuk kepentingan warga Samarinda sebagai bentuk pertanggungjawaban moral atas amanah yang diberikan.
Senada dengan Nanda, Sugiono yang juga duduk di kursi DPRD Kaltim menegaskan bahwa mengalokasikan dana pokir keluar dari Samarinda adalah hal yang tidak semestinya terjadi. Ia berpendapat bahwa sebagai sosok yang dipilih langsung oleh warga Kota Tepian, kewajiban utama mereka adalah memperbaiki infrastruktur di dalam kota. Ia mencontohkan beberapa proyek nyata yang telah berjalan, seperti perbaikan di Jalan Revolusi dan Jalan M. Sa’id, yang meskipun teknisnya melalui Organisasi Perangkat Daerah (OPD), namun lokasinya tetap berada di jantung Samarinda.
Saat ini, terdapat 12 nama yang memegang mandat Dapil Samarinda, yaitu Sapto Setyo Pramono, Ananda Emira Moes, Agus Suwandi, Jahidin, Andi Satya Adi Saputra, Sayid Muzziburrahman, Andi Muhammad Afif Rayhan Harun, Fuad Fakhruddin, Sugiono, Subandi, Darlis Pattalongi, dan Abdul Giaz. Mereka diharapkan menjadi motor penggerak berbagai sektor, mulai dari infrastruktur hingga kesejahteraan sosial.
Meski sebagian legislator telah menyatakan komitmennya, beberapa nama lain seperti Abdul Giaz hingga Andi Satya Adi Saputra terpantau belum memberikan respons terkait penegasan alokasi pokir ini. Publik kini menanti langkah nyata dari seluruh wakil rakyat tersebut agar janji politik saat kampanye selaras dengan realisasi pembangunan yang dirasakan langsung oleh masyarakat Samarinda di tahun 2026. (*)
Editor : Indra Zakaria