Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Nasib Pelabuhan Multipurpose Palaran: Groundbreaking Sudah, Lokasi Belum Pasti

Redaksi Prokal • 2026-01-30 14:00:00
Hotmarulitua Manalu
Hotmarulitua Manalu

SAMARINDA – Rencana besar pemindahan aktivitas kepelabuhanan dari pusat kota Samarinda ke kawasan Palaran hingga kini masih dibayangi ketidakpastian. Meski seremonial peletakan batu pertama (groundbreaking) proyek Pelabuhan Multipurpose di Kelurahan Bukuan sudah dilaksanakan sejak tahun 2024, titik koordinat pasti pembangunan infrastruktur strategis ini nyatanya belum juga ditetapkan.

Proyek yang melibatkan kerja sama antara Pemerintah Kota Samarinda dengan pihak swasta, yakni PT RAE Energi Investama dan PT Samudera Pelabuhan Indonesia, saat ini masih berkutat pada kajian teknis yang mendalam. Penentuan lokasi menjadi krusial karena terminal ini dirancang untuk melayani kapal-kapal berukuran besar, yang otomatis membutuhkan ketersediaan lahan hingga puluhan hektare serta bentang bibir sungai sepanjang ratusan meter.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Samarinda, Hotmarulitua Manalu, mengakui bahwa menentukan titik paling layak di sepanjang perairan Palaran bukanlah perkara mudah. Sejumlah opsi lokasi memang sudah masuk dalam pembahasan awal, namun semuanya harus melewati uji teknis yang ketat. Aspek yang diperhatikan mulai dari kemampuan dasar sungai menerima kapal besar, panjang dermaga yang memadai, hingga memastikan alur pelayaran utama Sungai Mahakam tidak terganggu oleh aktivitas bongkar muat nantinya.

Selain tantangan di wilayah perairan, Dishub Samarinda juga sangat memperhatikan kesiapan akses darat. Manalu menekankan bahwa jalur logistik yang akan dilalui truk-truk bertonase besar harus dirancang secara khusus agar tidak menimbulkan konflik baru dengan kawasan permukiman warga. Rencananya, pelabuhan ini akan berfungsi sebagai pusat logistik terpadu yang mencakup pergudangan hingga penumpukan kontainer, sementara layanan penumpang tetap diarahkan ke area terminal peti kemas yang sudah ada.

Terkait pembiayaan, skema kemitraan dengan investor swasta tetap menjadi pilihan paling realistis bagi Pemkot Samarinda di tengah keterbatasan anggaran daerah. Namun, sebelum masuk ke tahap konstruksi fisik yang lebih luas, perdebatan mengenai desain teknis seperti pembangunan jeti yang menjorok ke sungai masih terus dikaji dampaknya terhadap keselamatan pelayaran. Manalu menegaskan bahwa pihaknya tidak ingin terburu-buru dan akan membandingkan dua opsi lokasi utama sebelum memutuskan mana yang paling aman dan efisien untuk masa depan logistik Kota Tepian. (*)

Editor : Indra Zakaria