SAMARINDA KOTA – Jembatan Achmad Amins, atau yang lebih populer dengan sebutan Jembatan Mahkota II, kini didera masalah serius. Jalur vital yang menghubungkan kawasan Sambutan dengan gerbang Tol Palaran serta Samarinda Seberang ini dilaporkan semakin minim penerangan akibat maraknya pencurian aset publik.
Sejumlah kabel jaringan dan Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU) di jembatan tersebut dilaporkan raib digondol pencuri, membuat kondisi jembatan gelap dan membahayakan pengguna jalan saat malam hari.
Kerugian Fisik Menembus Rp 300 Juta
Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Samarinda menaksir kerugian akibat hilangnya lampu-lampu tersebut mencapai sekitar Rp 300 juta. Angka ini baru mencakup nilai fisik aset, belum termasuk biaya pemeliharaan yang harus dikeluarkan kembali.
Selain lampu, pelaku juga menggondol kabel jaringan LPJU dengan total panjang yang fantastis, yakni mencapai 2,8 kilometer. Plt. Kepala Bidang Prasarana Dishub Samarinda, Ayatullah, enggan merinci nilai total kerugian kabel tersebut karena jumlahnya diperkirakan sangat besar. "Aset yang berada di Jembatan Achmad Amins tidak seluruhnya milik Dishub, sebagian merupakan aset Diskominfo Samarinda," jelas Ayatullah, Jumat (30/1/2026).
Pihak Dishub telah melaporkan kasus pencurian ini ke pihak berwajib. Meski pihak kepolisian telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), hingga saat ini identitas maupun keberadaan pelaku belum terungkap.
Sebagai langkah antisipasi agar kejadian serupa tidak terulang, Dishub Samarinda tengah berkoordinasi dengan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) untuk menambah titik kamera pengawas (CCTV).
"Kami mengusulkan agar CCTV juga dipasang mengarah ke sisi luar jembatan, terutama di area luar pagar. Keberadaan kamera pengawas di dalam area jembatan saja saat ini dinilai belum memadai," ungkap Ayatullah.
Dishub berharap pemasangan CCTV tambahan ini segera direalisasikan untuk melindungi infrastruktur vital kota. Menurut Ayatullah, dengan pengamanan yang lebih ketat di sisi luar, akses orang tidak bertanggung jawab menuju area kabel LPJU dapat dibatasi. Saat ini, warga yang melintas di Jembatan Achmad Amins diimbau untuk lebih waspada, terutama pada malam hari, mengingat kondisi penerangan yang belum pulih total sembari menunggu proses penganggaran perbaikan dan penguatan sistem keamanan jembatan.(*)
Editor : Indra Zakaria