Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Amankan Pilar Utama: Proyek Fender Jembatan Mahakam Senilai Rp 27,2 Miliar Dimulai

Redaksi Prokal • 2026-01-31 11:44:31
Pemancangan 12 titik kaki fender Jembatan Mahakam, yang resmi mulai dikerjakan, Jumat (30/1/2026). (OKE/SAPOS)
Pemancangan 12 titik kaki fender Jembatan Mahakam, yang resmi mulai dikerjakan, Jumat (30/1/2026). (OKE/SAPOS)

 

KARANG ASAM – Upaya perlindungan terhadap infrastruktur ikonik Kota Samarinda kembali diperkuat. Seremoni pemancangan pipa baja (steel) sepanjang 12 meter menandai dimulainya proyek perbaikan dolphin dan fender Jembatan Mahakam pada Jumat (30/1/2026).

Proyek strategis senilai Rp 27,2 miliar ini dikerjakan oleh PT Mitra Tujuh Bersaudara (MTB) dengan kontraktor pelaksana PT Naviri Muti Konstruksi (NMK) serta PT AWEfendi Geostruk Indonesia sebagai konsultan pengawas.

Spesifikasi Fender Lebih Besar dan Kuat

Kegiatan pemancangan yang berlangsung di area workshop proyek, Jalan Untung Suropati, dihadiri oleh berbagai instansi terkait mulai dari BBPJN Kaltim, DPRD Kaltim, hingga KSOP Kelas 1 Samarinda.

Project Manager PT NMK, Dani Rosyandi, menjelaskan bahwa pembangunan fender kali ini akan jauh lebih kokoh dibanding konstruksi sebelumnya. "Akan ada 12 tiang pancang yang ditanam hingga kedalaman 60 meter ke dasar sungai. Jadi nanti tiap pancang ada lima sambungan," jelas Dani. Konstruksi baru ini memiliki diameter mencapai 8 meter, meningkat dari fender lama yang hanya berdiameter 6 meter dengan 6 tiang pancang. Pengerjaan ini ditargetkan rampung dalam waktu tiga bulan.

Meski berjalan lancar, tim di lapangan menghadapi tantangan teknis berupa fluktuasi pasang surut air Sungai Mahakam. "Kendala di lapangan adalah arus yang lebih deras saat air surut. Selain itu, di bawah air masih terdapat sisa-sisa atau bangkai fender lama," tambahnya.

Kabid Status Hukum dan Sertifikasi KSOP Kelas 1 Samarinda, Capt. Ridha Rengreng, menyambut positif perbaikan ini. Pihaknya telah meninjau langsung kualitas material yang digunakan untuk memastikan pilar utama Jembatan Mahakam aman dari risiko tabrakan kapal di masa depan.

"Tentunya kita tidak menginginkan insiden tertabraknya jembatan kembali terjadi. Pengawasan akan terus dilakukan selama proses pembangunan berlangsung," tegas Ridha. (*)

Editor : Indra Zakaria