Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Antisipasi Luapan Eks Tambang, BPBD Samarinda Bedah Aliran Sungai di Bukuan

Redaksi Prokal • 2026-02-04 10:30:00
MINIMALISASI. Kepala Pelaksana BPBD Kota Samarinda, Suwarso, memimpin langsung pembuatan aliran sungai untuk mengantisipasi potensi luapan air dari eks kolam tambang di Kelurahan Bukuan. (IST)
MINIMALISASI. Kepala Pelaksana BPBD Kota Samarinda, Suwarso, memimpin langsung pembuatan aliran sungai untuk mengantisipasi potensi luapan air dari eks kolam tambang di Kelurahan Bukuan. (IST)

 

SAMARINDA – Pemerintah Kota Samarinda bergerak cepat mengantisipasi ancaman banjir yang menghantui ratusan warga di Kelurahan Bukuan, Kecamatan Palaran. Fokus penanganan diarahkan pada luapan kolam eks tambang yang berpotensi merendam permukiman di Jalan AMD, khususnya wilayah RT 40, RT 43, dan RT 44 yang dihuni sekitar 200 kepala keluarga.

Melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), pemerintah melakukan pembukaan dan pelebaran aliran sungai sepanjang 100 meter pada Senin, 2 Februari 2026. Aksi mitigasi ini dilakukan secara gotong royong melibatkan unsur kecamatan, kelurahan, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), serta personel TNI dan Polri guna memastikan pengerjaan berjalan maksimal.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Samarinda, Suwarso, menjelaskan bahwa langkah ini merupakan respons langsung atas keluhan warga yang mulai merasakan dampak genangan air di titik-titik rawan. "Ini merupakan tindak lanjut dari hasil rapat koordinasi tingkat kelurahan dan kecamatan untuk melindungi warga dari potensi banjir yang lebih besar," ujar Suwarso pada Selasa, 3 Februari 2026.

Dalam tahap awal ini, saluran air diperlebar di kedua sisinya agar debit air dari kolam eks tambang dapat terbagi dengan baik dan tidak lagi meluap ke badan jalan maupun rumah warga. Skema pengaliran ini diarahkan menuju Sungai Gelinggang sebagai pembuangan akhir. Upaya tersebut dinilai sangat krusial mengingat prakiraan cuaca menunjukkan curah hujan masih akan tetap tinggi hingga April mendatang.

Mantan Camat Palaran ini juga menambahkan bahwa warga sebenarnya telah mencoba melakukan mitigasi secara mandiri sejak lama. Namun, seiring meningkatnya volume air, diperlukan intervensi alat dan personel dari pemerintah untuk memaksimalkan normalisasi. Dengan pengerjaan ini, diharapkan risiko banjir besar di kawasan Jalan AMD dapat diminimalisasi sebelum puncak musim hujan tiba. (oke/beb)

Editor : Indra Zakaria