Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

PUPR Kaltim Uji Dinamis dan NDT Jembatan Mahulu, Usai Tabrakan Pilar Ketiga Kalinya

Muhamad Yamin • 2026-02-04 15:57:13
Satlantas Polres Samarinda melakukan pengalihan arus lalu lintas di Jembatan Mahakam Ulu saat Dinas PUPR Kaltim lakukan uji dinamis dan NDT.
Satlantas Polres Samarinda melakukan pengalihan arus lalu lintas di Jembatan Mahakam Ulu saat Dinas PUPR Kaltim lakukan uji dinamis dan NDT.

PROKAL.CO, SAMARINDA – Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, dan Perumahan Rakyat (PUPR-PERA) Provinsi Kalimantan Timur kembali melakukan uji dinamis dan non-destructive test (NDT) terhadap Jembatan Mahakam Ulu, Samarinda, Selasa (4/2/2026). Pengujian ini dilakukan menyusul insiden ketiga tertabraknya fender dan pilar jembatan pada 25 Januari 2026 lalu.

Kepala Bidang Bina Marga PUPR-PERA Kaltim, Muhammad Muhran, mengatakan uji tersebut dilakukan sebagai langkah kehati-hatian untuk memastikan kondisi struktur jembatan tetap aman dan laik digunakan.

“Kami kembali melakukan uji dinamis dan uji NDT karena kejadian pada 25 Januari 2026, yakni kejadian ketiga tertabraknya fender dan pilar di pilar P9 dan P10 Jembatan Mahakam Ulu,” ujar Muhran kepada wartawan.

Muhran menjelaskan, uji sebenarnya ingin dilakukan sesegera mungkin setelah kejadian. Namun, pelaksanaannya baru bisa dilakukan hari ini lantaran tim penguji baru tiba dari Ambon.

“Seharusnya pagi tadi jam 8 sudah dilaksanakan, tapi karena kondisi hujan, pelaksanaannya sempat tertunda. Mudah-mudahan bisa selesai lebih cepat dari jadwal dan segera kami buka kembali,” katanya.

Ia menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan akibat penutupan sementara jembatan selama proses pengujian berlangsung.

“Kami mohon maaf sebesar-besarnya atas ketidaknyamanan ini. Namun ini demi kepentingan kita bersama untuk menjaga keamanan, keselamatan, dan kesehatan jembatan yang merupakan aset bersama,” ucapnya.

Uji dinamis dan NDT Jembatan Mahakam Ulu, membuat Satlantas Polres Samarinda melakukan pengalihan arus lalu lintas. Bagi pengendara roda dua dan roda empat dialihkan ke Jembatan Mahakam sedangkan pengendara roda enam diimbau sementara tetap berada di parkiran masing-masing.

Dalam pengujian tersebut, tim teknis melakukan pemeriksaan di beberapa titik. Muhran menyebut, pengujian tidak hanya dilakukan pada satu titik saja, khususnya di pilar yang terdampak tabrakan.

“Tim uji melakukan pemeriksaan di beberapa titik, kemungkinan lebih dari satu. Bahkan kemarin kami juga sudah melakukan uji dinamis pada pilar yang tertabrak, yakni pilar V9 dan V10,” jelasnya.

Terkait hasil uji, Muhran mengatakan pengumuman resmi akan disampaikan kepada publik setelah seluruh data dianalisis. Biasanya, proses tersebut membutuhkan waktu sekitar satu pekan.

“Hasilnya mudah-mudahan bisa lebih cepat, tapi biasanya sekitar satu minggu baru bisa kami publikasikan ke masyarakat,” katanya.

Meski demikian, berdasarkan hasil uji sebelumnya, kondisi Jembatan Mahakam Ulu dinyatakan aman dan sehat. Namun, PUPR Kaltim tetap mengambil langkah kehati-hatian karena adanya insiden tabrakan berulang.

“Hasil uji pertama menunjukkan jembatan kita sebenarnya sehat dan aman. Tapi dengan adanya tabrakan ketiga, kami belum bisa memastikan sepenuhnya sehingga kami lakukan uji kembali,” ungkap Muhran.

Ia menambahkan, hasil pengujian sebelumnya menyatakan jembatan masih aman dilalui kendaraan dengan beban di atas 8 ton. Namun, evaluasi lanjutan tetap diperlukan untuk memastikan tidak ada dampak struktural akibat insiden terbaru.

PUPR Kaltim pun berharap dukungan seluruh pihak agar proses pengujian berjalan lancar dan keselamatan pengguna jembatan tetap terjaga.

“Kami sangat berterima kasih atas dukungan media dan seluruh stakeholder sehingga kegiatan hari ini bisa berjalan dengan baik,” pungkas Muhran. (*)

Editor : Indra Zakaria