SAMARINDA – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Samarinda sukses menjinakkan lonjakan volume sampah yang sempat membeludak selama momen Idulfitri tahun ini. Keberhasilan menjaga wajah kota tetap bersih tidak terlepas dari kerja keras 700 personel yang telah bersiaga sejak H-3 Lebaran untuk menyisir 82 Tempat Penampungan Sementara (TPS) di seluruh penjuru Samarinda menuju Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Sambutan.
Kabid Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 DLH Samarinda, M. Taufik, mengungkapkan bahwa puncak tumpukan sampah terjadi pada H-1 Lebaran. Meski awalnya sempat diprediksi akan menyentuh angka 1.000 ton, data riil penimbangan menunjukkan volume sampah berada di angka 957 ton dalam sehari.
“Angka tersebut menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan hari-hari biasanya,” ujar Taufik saat menjelaskan kondisi beban sampah di TPA.
Untuk menangani titik-titik krusial yang sampahnya meluber ke jalan, DLH Samarinda mengerahkan kekuatan ekstra berupa bantuan alat berat yang terdiri dari 3 unit ekskavator dan 10 unit dump truck tambahan. Armada tambahan hasil kolaborasi dengan BPBD serta Dinas PUPR Samarinda ini difokuskan untuk membersihkan TPS yang membeludak, terutama di kawasan Jalan Pelita, Jalan Gerilya, hingga Lempake.
Strategi Pemerintah Kota Samarinda melalui edaran Wali Kota yang mengimbau warga untuk "menabung" sampah sementara sejak H-1 hingga H+2 Lebaran terbukti memberikan dampak besar terhadap kelancaran evakuasi limbah rumah tangga. Taufik menilai imbauan ini sangat membantu efektivitas kerja petugas di lapangan, sehingga volume sampah yang masuk ke TPS tidak membeludak secara liar.
“Imbauan ini sangat membantu efektivitas kerja petugas di lapangan. Walaupun petugas tetap turun dan bekerja lembur pada hari H Lebaran, volume sampah yang masuk ke TPS terpantau tidak sebanyak yang dikhawatirkan sebelumnya,” jelasnya.
Kini, kondisi kebersihan Kota Tepian berangsur kembali normal seiring berakhirnya masa puncak perayaan. Taufik membeberkan bahwa arus sampah yang masuk ke TPA Sambutan saat ini telah stabil di angka 596 ton per hari. Dengan kembalinya volume sampah ke angka harian rata-rata pada H+2, sistem pengelolaan sampah di Samarinda dinyatakan telah terkendali sepenuhnya. (*)
Editor : Indra Zakaria