Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Operasi Ketupat Mahakam 2026 Berakhir: Empat Kecelakaan di Samarinda, Polisi Soroti Faktor Kelelahan

Redaksi Prokal • Sabtu, 28 Maret 2026 - 18:15 WIB

Salah satu kecelakaan lalu lintas selama pelaksanaan Operasi Ketupat Mahakam 2026 di Samarinda. (Ist)
Salah satu kecelakaan lalu lintas selama pelaksanaan Operasi Ketupat Mahakam 2026 di Samarinda. (Ist)

SAMARINDA – Tirai pelaksanaan Operasi Ketupat Mahakam 2026 resmi ditutup. Sejak digulirkan pada Kamis (13/3) hingga berakhir pada Selasa (25/3), Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Samarinda mencatat dinamika arus mudik dan balik Lebaran di Kota Tepian diwarnai oleh empat insiden kecelakaan lalu lintas.

Meski angka kejadian tergolong stagnan jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, terdapat pergeseran pada jumlah tingkat fatalitas luka korban serta kerugian materi yang dialami masyarakat.

Kasatlantas Polresta Samarinda, Kompol La Ode Prasetyo, mengungkapkan bahwa seluruh data yang dihimpun dari pos pengamanan, pos pelayanan, hingga hasil patroli lapangan telah bersifat final. Berita baiknya, dari empat kecelakaan yang terjadi, tidak ada satu pun korban yang dinyatakan meninggal dunia.

“Total terdapat empat kejadian selama operasi berlangsung. Dari empat kasus tersebut, tercatat delapan orang mengalami luka berat dan satu orang luka ringan,” ujar La Ode Prasetyo saat memberikan keterangan, Jumat (27/3).

Secara ekonomi, insiden-insiden tersebut menyebabkan kerugian materiil yang ditaksir mencapai Rp 14 juta. Angka ini mengalami kenaikan jika dikomparasikan dengan Operasi Ketupat Mahakam 2025, yang saat itu mencatatkan kerugian sebesar Rp 11,6 juta dengan jumlah kasus yang sama.

Lelah dan Hilang Fokus Jadi Pemicu Utama

Pihak kepolisian memberikan catatan khusus mengenai penyebab kecelakaan yang terjadi selama masa libur panjang ini. Faktor manusia tetap menjadi variabel utama yang memicu terjadinya benturan di jalan raya.

“Faktor dominan masih kelelahan dan kurang konsentrasi saat berkendara. Ini yang sering memicu kecelakaan,” jelas La Ode.

Kondisi arus lalu lintas yang padat ditambah perjalanan jarak jauh seringkali membuat pengendara abai terhadap kondisi fisik mereka sendiri. Hal inilah yang kemudian menjadi celah terjadinya kecelakaan.

Walaupun operasi terpadu ini telah berakhir, Satlantas Polresta Samarinda berharap kesadaran masyarakat dalam berkendara tidak ikut luntur. Polisi mengimbau warga agar tidak memaksakan diri saat menempuh perjalanan jauh, terutama jika rasa kantuk mulai menyerang. “Jangan memaksakan diri jika lelah. Lebih baik beristirahat demi keselamatan bersama,” tegasnya. (*)

Editor : Indra Zakaria