SAMARINDA – Sisa asap kebakaran yang melanda los sayur Pasar Segiri pada Kamis (26/3) dini hari lalu mulai berganti dengan deru mesin alat berat. Di balik tumpukan puing yang berserakan, Pemerintah Kota Samarinda kini sedang beradu cepat dengan waktu untuk memulihkan denyut nadi perekonomian yang sempat lumpuh total. Berdasarkan hasil kaji cepat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Samarinda, musibah ini menyisakan luka ekonomi yang mendalam dengan total kerugian ditaksir menembus angka Rp 12,5 miliar.
Kepala Pelaksana BPBD Samarinda, Suwarso, mengungkapkan bahwa angka tersebut bukan sekadar hitungan bangunan yang hangus, melainkan akumulasi dari stok dagangan yang ludes hingga kendaraan milik pedagang yang terjebak api. Mengingat besarnya dampak sosial dan ekonomi yang dirasakan para pedagang—di mana beberapa di antaranya merugi hingga ratusan juta rupiah—langkah pembersihan lahan pun menjadi prioritas mutlak yang tak bisa ditunda.
Di lapangan, sinergi antarinstansi mulai terlihat nyata. Dua unit ekskavator dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) terus bekerja mengeruk material sisa kebakaran, didukung penuh oleh armada truk dari Dinas Lingkungan Hidup yang hilir mudik mengangkut puing-puing bangunan. Suwarso menegaskan bahwa target pembersihan ini harus tuntas dalam waktu dua hari saja. Harapannya, begitu lahan bersih dari sisa kebakaran, pembangunan kembali dapat langsung dilakukan tanpa hambatan teknis.
Rencana besarnya, pemerintah akan segera mendirikan lapak-lapak sementara yang bersifat semipermanen di lokasi yang sama. Langkah cepat ini diambil agar para pedagang tidak terlalu lama terpuruk dan bisa segera kembali mencari nafkah, sembari menunggu program revitalisasi pasar secara menyeluruh yang direncanakan meluncur pada tahun mendatang. Dengan percepatan penanganan ini, Pemkot Samarinda optimistis aktivitas perdagangan di pasar induk tersebut akan segera kembali normal, menghidupkan kembali harapan para pedagang yang sempat abu.
Editor : Indra Zakaria