SAMARINDA – Polemik pembangunan Hotel JW Marriott di Jalan KH Samanhudi, Kelurahan Sungai Pinang Dalam, akhirnya menemui titik terang. Setelah sempat dikeluhkan warga RT 02 terkait kerusakan bangunan dan genangan air, pihak pengembang akhirnya mengakui adanya dampak dari aktivitas proyek mereka.
Lurah Sungai Pinang Dalam, Novi Kurnia Putra, bergerak cepat dengan meninjau langsung lokasi proyek bersama warga dan ketua RT setempat pada Selasa (7/4/2026) sore. Dalam pertemuan tersebut, pihak pengembang tidak menampik bahwa proses pemadatan lahan memicu getaran kuat yang dirasakan hingga ke permukiman.
Baca Juga: Pembangunan Hotel di Jalan KH Samanhudi Tuai Protes, Tujuh Rumah Warga Terendam Luapan Air
"Memang diakui ada getaran saat proses pemadatan tanah untuk aktivitas logistik. Untuk rumah warga yang mengalami kerusakan nanti akan didata," ujar Novi saat memberikan keterangan pada Rabu (8/4/2026).
Namun, warga tampaknya harus sedikit bersabar terkait perbaikan fisik rumah mereka. Novi menjelaskan bahwa proses renovasi rumah yang retak tidak bisa dilakukan seketika. "Perbaikannya menunggu hingga proyek selesai. Pendataan rumah terdampak ini akan menjadi dasar tindak lanjut kami ke depan," tambahnya.
Selain masalah dinding retak, warga juga dihantui limpasan air hujan yang masuk ke dalam rumah akibat perubahan kontur lahan proyek. Menanggapi hal ini, Novi memastikan pihak hotel telah menyiapkan langkah teknis untuk mengerem laju air. "Mereka akan mengecek kembali kemiringan lahan dan berencana membuat parit sementara. Tujuannya agar air hujan tidak lagi mengalir ke belakang atau langsung masuk ke rumah warga," tegas Novi.
Meski sudah ada kesepakatan, suasana di lapangan masih diwarnai kekhawatiran. Warga menuntut agar janji pembuatan drainase sementara dan ganti rugi kerusakan benar-benar direalisasikan, bukan sekadar pemanis di atas kertas.
"Kami menginginkan penanganan cepat. Kalau hujan deras, air langsung masuk. Kami butuh solusi konkret jangka panjang, termasuk kepastian ganti rugi itu," ungkap salah seorang warga yang hadir dalam pertemuan tersebut.
Pihak Kelurahan Sungai Pinang Dalam berjanji akan terus mengawal kasus ini hingga tuntas agar pembangunan hotel mewah tersebut tidak mengorbankan kenyamanan masyarakat sekitar. "Kami berharap ada solusi konkret secepatnya agar dampak ke masyarakat bisa diminimalkan. Kami akan terus pantau perkembangannya di lapangan," pungkas Novi. (kis/nha)
Editor : Indra Zakaria