Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Gara-Gara Skandal Medis DPRD Kaltim Meradang: Desak Audit Legalitas dan Panggil Paksa Direktur RSUD AW Sjahranie

Redaksi Prokal • Rabu, 3 Juni 2026 | 10:00 WIB
RSUD AWS Samarinda.
RSUD AWS Samarinda.

 
SAMARINDA – Sikap tegas menyikapi skandal medis di RSUD AW Sjahranie ditunjukkan oleh Karang Paci, sebutan untuk DPRD Kalimantan Timur. Anggota DPRD Kaltim, Sapto Setyo Pramono, menegaskan bahwa insiden tertinggalnya alat medis di organ vital pasien adalah pelanggaran sangat serius yang tidak boleh ditutupi dari publik. Beliau mendesak Dinas Kesehatan untuk segera melakukan audit menyeluruh yang tidak hanya berfokus pada Standar Operasional Prosedur tindakan medis, tetapi juga menyentuh aspek administrasi dan legalitas tenaga kerja.

Tuntutan keras dari legislatif ini mencakup beberapa poin krusial yang saling berkaitan. Pada aspek prosedur medis, audit harus mampu menelisik secara transparan apakah insiden kawat tertinggal tersebut murni karena kelalaian manusia atau adanya kegagalan teknis pada peralatan yang digunakan. Selain itu, dari sisi administrasi dan legalitas, DPRD meminta pemeriksaan ketat terhadap validitas serta pembaruan berkala dari Surat Izin Praktik dan Surat Tanda Registrasi milik seluruh dokter spesialis yang bertugas. Tidak kalah penting, tata kelola keuangan dan pelayanan pada Manajemen Badan Layanan Umum Daerah yang dinilai rapuh juga menjadi sasaran evaluasi total.

Sebagai bentuk ketegasan nyata dari fungsi pengawasan legislatif, Komisi II dan Komisi IV DPRD Kaltim dalam waktu dekat akan memanggil paksa Direktur RSUD AW Sjahranie beserta jajaran Dinas Kesehatan Provinsi Kaltim. Pemanggilan ini bertujuan untuk meminta pertanggungjawaban terbuka di hadapan publik agar segala tabir kelalaian bisa diurai dengan jelas. Sapto menegaskan bahwa sebagai rumah sakit rujukan utama di Kalimantan Timur, RSUD AW Sjahranie seharusnya memberikan pelayanan yang aman dengan menempatkan keselamatan pasien sebagai prioritas tertinggi, bukan justru menjadi tempat yang menakutkan bagi masyarakat. Kini, publik Kalimantan Timur tengah menunggu dengan kawalan ketat apakah langkah berani ini bersama kedatangan tim Kemenkes RI mampu merombak total manajemen rumah sakit, ataukah kasus yang mempertaruhkan nyawa ini akan menguap begitu saja. (*)

Editor : Indra Zakaria
#RSUD AWS Samarinda