Program 2.000 Pohon di Samarinda Libatkan Anak Muda dan Pemantauan Selama Setahun
Muhamad Yamin• Minggu, 7 Juni 2026 | 15:46 WIB
Foto bersama Staf Khusus Presiden Bidang UMKM dan Teknologi Digital, Tiar Nabilla Karbala usai secara simbolis melakukan penanaman pohon dalam program ESG Climate Action di Desa Budaya Pampang, Samarinda.
PROKAL.CO, SAMARINDA – Program ESG Climate Action melalui gerakan penanaman 2.000 pohon di Kota Samarinda resmi berjalan. Kegiatan yang digelar di Desa Budaya Pampang, Minggu (7/6/2026), menjadi bagian dari kolaborasi berbagai pihak untuk mendorong pelestarian lingkungan sekaligus memperkuat peran generasi muda dalam pembangunan berkelanjutan.
Kegiatan tersebut dihadiri langsung Staf Khusus Presiden Bidang UMKM dan Teknologi Digital, Tiar Nabilla Karbala, yang secara simbolis melakukan penanaman pohon bersama komunitas dan mitra pelaksana program.
Ia menilai program tersebut menjadi contoh nyata kolaborasi lintas pemangku kepentingan yang digerakkan oleh anak muda. Menurutnya, keterlibatan generasi muda penting sebagai penggerak berbagai program yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
“Ini bukti kolaborasi nyata berbagai stakeholder. Yang membuat saya terkesan adalah kegiatan ini dimotori oleh anak-anak muda bersama komunitas dan berbagai mitra,” ujarnya kepada awak media.
Ia menambahkan, generasi muda memiliki peran sebagai inovator, katalisator, sekaligus penggerak dalam menghadirkan program-program yang berdampak bagi masyarakat.
Dalam kesempatan itu, Tiar juga menyoroti pentingnya digitalisasi dalam mendukung upaya pelestarian lingkungan. Menurutnya, transformasi digital dapat mengurangi penggunaan material berbasis kertas maupun media promosi konvensional yang berpotensi menghasilkan sampah.
“Digitalisasi yang kami dorong dapat membantu mengurangi penggunaan spanduk, flyer, dan berbagai media cetak lainnya. Selain mempermudah UMKM, langkah ini juga ikut membantu mengurangi produksi sampah,” katanya.
Ia berharap pemerintah daerah terus membuka ruang kolaborasi bagi generasi muda dalam berbagai program pembangunan, termasuk di bidang lingkungan.
Sementara itu, Ketua Konsorsium Gerakan Bangun Nusantara (Gerbangtara), Aie Natasha menjelaskan program penanaman pohon tersebut merupakan komitmen jangka panjang yang akan berlangsung selama satu tahun di lima daerah di Kalimantan Timur, yakni Kabupaten Paser, Kutai Kartanegara, Kutai Barat, Balikpapan, dan Samarinda.
Setiap lokasinya melibatkan komunitas lokal sebagai mitra utama dalam pelaksanaan dan pemantauan pohon yang ditanam.
“Tujuannya memang kolaborasi. Kami menggandeng komunitas lokal untuk merekomendasikan jenis tanaman, melakukan pemantauan, sekaligus memastikan pohon yang ditanam dapat tumbuh dengan baik,” ujarnya.
Aie mengatakan program tersebut menerapkan sistem monitoring berkala setiap tiga bulan. Hasil pemantauan akan dilaporkan sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada para mitra pendukung program.
"Pada akhir program kami juga menyusun laporan dampak yang tidak hanya mengukur tingkat pertumbuhan tanaman, tetapi juga dampak sosial dan ekonomi bagi masyarakat,” jelasnya.
Untuk Kota Samarinda, tahap awal program dilakukan dengan penanaman 100 pohon dari target 2.000 pohon. Jenis tanaman yang ditanam meliputi rambutan, rambai, jambu, dan petai.
Aie menjelaskan jumlah pohon yang ditanam secara bertahap disesuaikan dengan ketersediaan lahan di masing-masing wilayah. Sebelumnya program serupa telah dilaksanakan di Kabupaten Paser dan Kota Balikpapan. (*)