Terbakar di Tangki BBM, Polisi dan KSOP Dalami Penyebab Kebakaran KM Prince Soya

Redaksi Prokal • Dipublikasikan Minggu, 2 Agustus 2026 | 09:21 WIB
Api berkobar di lambung kanan kapal KM Prince Soya yang sandar di Pelabuhan Samarinda. (kis)
Api berkobar di lambung kanan kapal KM Prince Soya yang sandar di Pelabuhan Samarinda. (kis)

SAMARINDA — Kepulan asap hitam pekat yang membumbung tinggi menggegerkan aktivitas warga dan pekerja di kawasan Pelabuhan Samarinda, Jalan Yos Sudarso, Kecamatan Samarinda Kota, pada Sabtu (1/8/2026) siang. Kapal Motor (KM) Prince Soya yang tengah bersandar di dermaga dilaporkan mengalami kebakaran di bagian dek lambung kanan hingga menghanguskan sejumlah peralatan serta dinding kapal.

Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 11.02 WITA tersebut beruntung tidak sampai menimbulkan korban luka maupun korban jiwa. Saat api membara, kapal dalam kondisi kosong dan belum melayani aktivitas penumpang. Kasi Pemadaman dan Investigasi Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kota Samarinda, H. Wisnu, mengungkapkan bahwa laporan pertama diterima secara langsung dari warga yang mendatangi Komando Pos Operasi (KOPO). Petugas pemadam kebakaran bersama jajaran KSOP, Pelindo, serta relawan bergerak cepat ke lokasi untuk menjinakkan si jago merah.

Wisnu menjelaskan bahwa titik api terdeteksi berada di sekitar area tangki bahan bakar minyak (BBM). Meski demikian, kobaran api dipicu oleh penguapan bahan bakar di area tersebut dan bukan membakar tangki utama.

"Ada warga yang datang ke KOPO melaporkan terjadi kebakaran kapal di Pelabuhan Samarinda. Saat kami tiba, api sudah membesar sehingga kami bersama KSOP, Pelindo dan relawan langsung melakukan pemadaman," ujar Wisnu.

"Posisinya di bagian tangki BBM. Bukan tangkinya yang terbakar, tetapi uap BBM yang memicu munculnya api," jelasnya lebih lanjut. Sinergi petugas gabungan berhasil mengendalikan dan memadamkan kobaran api dalam durasi waktu sekitar 40 menit, sehingga kerusakan tidak merembet ke bagian vital kapal lainnya.

Dari pihak pengawasan pelabuhan, Kasi Keselamatan Berlayar KSOP Samarinda, Yuliansyah, menyampaikan bahwa perwira jaga segera mengambil tindakan darurat dan mengerahkan armada pemadam begitu laporan diterima. Mengenai pemicu utama kebakaran, pihak otoritas pelabuhan masih melangsungkan penyelidikan dan menghimpun keterangan resmi.

"Perwira jaga langsung melaporkan kepada pimpinan, kemudian kami berkoordinasi dengan Pelindo untuk menyiapkan mobil pemadam. KSOP juga memiliki satu unit mobil damkar yang langsung kami kerahkan untuk membantu pemadaman di bagian dek sebelah kanan KM Prince Soya," kata Yuliansyah.

"Untuk sementara kami masih melakukan penyelidikan dan menunggu berita acara dari nakhoda. Indikasi awal mengarah pada terbakarnya tangki yang berisi oli, tetapi itu masih harus dipastikan melalui penyelidikan lebih lanjut," ungkapnya.

Saat dikonfirmasi mengenai dugaan adanya aktivitas pengelasan di atas kapal sebelum insiden, Yuliansyah menegaskan bahwa pihaknya belum bisa memberikan kepastian sebelum tim penyidik menyelesaikan Berita Acara Pemeriksaan (BAP).

KM Prince Soya sendiri sedianya dijadwalkan berlayar menuju rute tujuannya pada Minggu (2/8/2026). Pihak otoritas memastikan seluruh calon penumpang belum diperkenankan masuk ke area kapal saat musibah terjadi. "Posisi kapal sedang sandar dan belum ada penumpang karena rencana keberangkatan besok. Untuk pemesanan tiket kemungkinan sudah ada, tetapi terkait pelayanan penumpang silakan berkoordinasi dengan pihak perusahaan pelayaran," ujar Yuliansyah.

Pasca-insiden pemadaman, KM Prince Soya rencananya akan ditarik ke fasilitas dok kapal untuk menjalani proses perbaikan dan inspeksi menyeluruh. Pihak armada pelayaran diproyeksikan akan menyiapkan kapal pengganti guna memastikan layanan moda transportasi laut tetap berjalan sesuai jadwal. Hingga saat ini, Kepolisian Kawasan Pelabuhan (KP) Samarinda bersama KSOP terus mendalami penyebab pasti kebakaran sembari mendata total kerugian material yang ditimbulkan. (*)

Editor : Indra Zakaria
Sumber : prokal.co
Prince Soya