SAMARINDA – Upaya mencegah kebakaran meluas dan mengancam keselamatan warga terus dilakukan di Kota Samarinda. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Samarinda melalui Tim Reaksi Cepat (TRC), bersama unsur Pentahelix, turun langsung menangani kebakaran lahan dan hutan di Jalan Tatako, Gang Bolang, RT 08, Kelurahan Sungai Kapih, Kecamatan Sambutan. Minggu (1/11/2026) malam.
Dalam penanganan tersebut, petugas melakukan upaya pemadaman untuk mengendalikan titik api agar tidak merambat ke area sekitarnya. Langkah ini sekaligus dilakukan untuk meminimalkan dampak kebakaran terhadap lingkungan maupun masyarakat yang bermukim di sekitar lokasi kejadian.
Keterlibatan unsur Pentahelix dalam penanganan tersebut menjadi bagian dari sinergi lintas sektor dalam menghadapi potensi bencana kebakaran. Kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, akademisi, dan media diharapkan dapat memperkuat upaya penanggulangan bencana, mulai dari pencegahan hingga penanganan di lapangan.
Pelaksana tugas (Plt) Kepala BPBD Kota Samarinda, Suwarso, mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap remeh potensi kebakaran lahan.
Menurutnya, pencegahan harus dimulai dari kesadaran setiap individu untuk menghindari aktivitas yang dapat memicu munculnya api. "Kami mengimbau seluruh masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar dan tidak membuang puntung rokok sembarangan. Kebakaran lahan dapat dengan cepat meluas dan menimbulkan dampak terhadap lingkungan maupun keselamatan masyarakat. Karena itu, kewaspadaan dan kepedulian bersama sangat diperlukan," Ungkap Suwarso kepada awak media. Senin (2/11/2026).
Suwarso juga menghimbau warga agar segera melaporkan apabila melihat titik api atau menemukan kejadian kebakaran di lingkungan sekitar. Pelaporan sejak dini sangat penting agar petugas dapat segera melakukan penanganan sebelum api meluas dan menimbulkan kerugian yang lebih besar.
Dirinya juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif menjaga lingkungan dengan tidak melakukan pembakaran terbuka serta meningkatkan pengawasan terhadap potensi sumber api, khususnya di kawasan yang memiliki vegetasi kering.
Melalui sinergi petugas dan partisipasi masyarakat, upaya pencegahan kebakaran lahan dan hutan diharapkan dapat berjalan lebih optimal. Sebab, menjaga lingkungan dari ancaman kebakaran bukan hanya menjadi tanggung jawab petugas, melainkan membutuhkan kepedulian seluruh elemen masyarakat. "Tetap waspada, lindungi lingkungan, dan bersama-sama cegah kebakaran lahan dan hutan," Tutup Suwarso. (adv/diskominfo/smd)
Editor : Indra ZakariaSumber : prokal.co