Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Misteri Bangsa Pict: Pejuang Skotlandia yang Terlupakan dan Jejak Kekuasaan Perempuan

Indra Zakaria • Selasa, 7 April 2026 - 22:30 WIB

 

Ilustrasi pejuang Skotlandia.
Ilustrasi pejuang Skotlandia.

 PROKAL.CO- Jauh di masa lalu, wilayah utara Britania Raya yang kini dikenal sebagai Skotlandia pernah dikuasai oleh bangsa yang diselimuti kabut misteri. Bangsa Romawi menyebut mereka Picti—artinya "Orang-orang yang Dicat"—sebuah julukan bagi para pejuang tangguh yang menghiasi tubuh mereka dengan pigmen biru pekat sebelum maju ke medan laga.

Eksis antara abad ke-3 hingga ke-9 Masehi, bangsa Pict bukanlah sekadar suku pedalaman biasa. Mereka adalah arsitek ulung yang membangun pemukiman berbenteng di puncak-puncak bukit dan meninggalkan warisan berupa ratusan batu tegak berukir yang tersebar di seluruh dataran tinggi Skotlandia.

Teka-Teki Simbol dan Batu Ukir

Salah satu peninggalan paling ikonik dari bangsa ini adalah simbol-simbol geometris, cermin, sisir, hingga figur hewan yang terukir halus pada batu-batu granit besar. Hingga hari ini, para sejarawan dan arkeolog masih berdebat mengenai makna di balik simbol tersebut—apakah itu merupakan bentuk tulisan kuno, penanda silsilah keluarga, atau simbol ritual keagamaan.

Di balik reputasi mereka sebagai pejuang yang ditakuti Romawi, bangsa Pict menyimpan sistem sosial yang unik. Beberapa sumber sejarah abad pertengahan menunjukkan kemungkinan adanya suksesi matrilineal. Hal ini berarti otoritas kerajaan dan legitimasi kekuasaan diwariskan melalui garis keturunan ibu, bukan ayah.

Jika teori ini benar, bangsa Pict merupakan anomali di Eropa awal abad pertengahan yang umumnya sangat patriarki. Perempuan dalam masyarakat Pictish diyakini memiliki pengaruh signifikan, tidak hanya dalam urusan domestik, tetapi juga dalam diplomasi, ritual, hingga memimpin pasukan di medan perang. Catatan Romawi bahkan sering membandingkan ketangguhan ratu-ratu wilayah utara ini dengan sosok legendaris Boudica.

Meskipun Kekaisaran Romawi berulang kali melintasi Tembok Hadrian untuk melakukan kampanye militer, mereka tidak pernah benar-benar mampu menaklukkan wilayah utara ini secara permanen. Bangsa Pict berhasil mempertahankan otonomi mereka selama berabad-abad, menjadi salah satu dari sedikit bangsa yang mampu membendung ambisi ekspansi Romawi di Britania.

Lahirnya Kerajaan Skotlandia

Memasuki abad ke-9, identitas bangsa Pict perlahan mulai memudar. Bukan karena pemusnahan, melainkan melalui proses asimilasi budaya dan politik. Mereka bergabung dengan kerajaan Gaelik, Dalriada, yang kemudian membentuk Kerajaan Alba. Penyatuan inilah yang menjadi fondasi berdirinya negara Skotlandia modern di kemudian hari.

Kini, meskipun bangsa Pict telah tiada, "bisikan" budaya mereka tetap abadi. Melalui simbol-simbol yang terukir di bebatuan tajam di bawah langit Skotlandia yang berbadai, mereka terus mengingatkan dunia tentang sebuah peradaban di mana pejuang bertato dan perempuan yang berkuasa pernah berdiri teguh melawan dunia. (*)

Editor : Indra Zakaria
#skotlandia #viking