BUENOS AIRES – Bendera Argentina bukan sekadar perpaduan warna biru langit dan putih. Di balik wajah matahari yang ikonik dan tampak tenang di bagian tengahnya, terdapat simbolisme mendalam mengenai perjuangan kemerdekaan, mitologi kuno, dan identitas bangsa yang kokoh. Simbol yang dikenal sebagai Sol de Mayo (Matahari Mei) ini menyimpan sejarah panjang yang dimulai sejak abad ke-19.
Lahir dari Langit Buenos Aires dan Simbol Perlawanan
Sejarah bendera ini bermula pada 27 Februari 1812, ketika tokoh revolusi Manuel Belgrano menciptakan desain awalnya. Belgrano memilih dua garis biru muda (celeste) yang mengapit garis putih di tengah. Dalam versi yang populer di masyarakat, warna-warna ini melambangkan indahnya langit dan awan di Buenos Aires saat revolusi dimulai.
Namun, dari sisi politik, pemilihan warna tersebut juga memiliki makna strategis. Para pejuang revolusi Argentina menggunakan warna ini pada Cockade (lencana bulat) mereka untuk membedakan diri dari pasukan Spanyol yang identik dengan warna merah. Hal ini menjadi pernyataan visual bahwa Argentina siap memisahkan diri dari kekuasaan kolonial.
Munculnya Matahari Mei: Antara Sejarah dan Dewa Inca
Matahari yang unik tersebut baru secara resmi ditambahkan ke bagian tengah bendera pada tahun 1818. Penggunaan nama "Matahari Mei" merujuk pada peristiwa Revolusi Mei (25 Mei 1810). Sebuah legenda menceritakan bahwa saat pemerintahan baru Argentina diumumkan, matahari tiba-tiba muncul menembus awan mendung, sebuah fenomena alam yang dianggap sebagai restu bagi kemerdekaan mereka.
Secara visual, matahari ini menampilkan wajah manusia bergaya neoklasik dengan 32 sinar yang terdiri dari 16 sinar lurus dan 16 sinar bergelombang yang melambangkan api. Namun, lebih dari sekadar desain, matahari ini melambangkan Inti, dewa matahari dalam mitologi suku Inca. Penggunaan simbol pribumi Amerika ini merupakan bentuk perlawanan terhadap Eropa, menegaskan bahwa Argentina adalah bangsa berdaulat yang berakar pada tanah mereka sendiri.
Selama bertahun-tahun, Argentina sebenarnya memiliki dua versi bendera. Versi dengan matahari digunakan sebagai bendera seremonial resmi, sementara versi polos tanpa matahari digunakan sebagai bendera hiasan warga sipil. Perbedaan ini akhirnya berakhir pada tahun 1985, saat pemerintah Argentina menetapkan bahwa bendera dengan matahari adalah bendera resmi tunggal untuk semua keperluan, baik negara maupun warga sipil.
Kini, wajah matahari yang tersenyum tenang itu tetap berkibar sebagai pengingat akan dewa kuno yang menyaksikan lahirnya sebuah bangsa merdeka dari balik awan revolusi. Bendera ini menjadi saksi abadi transisi Argentina dari sebuah koloni menuju negara yang bangga akan akar sejarah dan kebebasannya. (*)
Editor : Indra Zakaria