PROKAL.CO- Siapa sangka salah satu obat paling fenomenal dan legendaris di dunia kesehatan pria lahir dari sebuah ketidaksengajaan? Alih-alih mendapatkan ramuan mujarab untuk menyembuhkan penyakit jantung, sekelompok peneliti justru secara tidak sengaja menciptakan obat disfungsi ereksi paling kondang sejauh ini. Boleh dibilang, ini adalah salah satu "kecelakaan ilmiah" paling menguntungkan sepanjang sejarah medis.
Cerita bermula ketika tim peneliti dari perusahaan farmasi Pfizer sedang gencar-gencarnya meracik obat untuk mengatasi angina atau nyeri dada akibat kekurangan aliran darah ke jantung. Target awal mereka sebenarnya sangat mulia dan mulus: melebarkan pembuluh darah jantung dan memperlancar pasokan oksigen.
Sayangnya, saat masuk tahap uji klinis, hasilnya justru jauh dari kata memuaskan. Efek obat terhadap penyembuhan nyeri dada tergolong biasa saja dan proyek ini sejatinya sudah berada di ambang kegagalan total.
Namun, alur cerita mendadak berubah drastis akibat kejelian para perawat di ruang ujian. Mereka dibuat bingung lantaran beberapa pasien pria yang menjadi sukarelawan mendadak sering tengkurap di atas tempat tidur. Saat diinterogasi lebih lanjut, salah satu pasien akhirnya mengaku polos, "Dok, ereksi saya nggak hilang-hilang..."
Seketika suasana laboratorium yang tadinya tegang dan serius berubah jadi momen penuh tanda tanya. Dari situlah para peneliti langsung menyadari satu hal penting: obat mereka sebenarnya tidak gagal, melainkan cuma salah sasaran target!
Fokus penelitian pun langsung dibanting setir 180 derajat. Bukan lagi menyasar nyeri dada, melainkan berfokus pada penanganan disfungsi ereksi. Dari titik balik itulah lahir senyawa sildenafil, yang hari ini jauh lebih populer dengan nama panggung Viagra.
Cara kerja obat ini sejatinya cukup logis. Senyawa di dalamnya bertugas menghambat enzim PDE5 sehingga pembuluh darah di area vital lebih mudah melebar saat mendapatkan rangsangan. Jadi, obat ini tidak serta-merta bikin orang langsung otomatis "on", melainkan membantu mempertahankan ereksi secara optimal ketika memang ada stimulasi seksual.
Ketenaran obat ini bahkan sempat memicu rumor menggelitik di Irlandia. Beredar kabar burung bahwa warga yang tinggal di sekitar pabrik pembuatnya cukup menghirup udara luar saja sudah bisa langsung "tegang", bahkan sampai muncul gosip anjing-anjing warga sekitar jadi jauh lebih agresif. Tentu saja pihak produsen langsung membantah rumor tersebut karena sama sekali tidak memiliki bukti ilmiah.
Kisah hadirnya Viagra menjadi bukti unik di dunia sains bahwa kegagalan sering kali hanyalah sebuah penemuan berharga yang belum menemukan fungsi sebenarnya. Berani peka pada hal yang tidak dicari justru bisa berbuah hasil yang tidak disangka-sangka. (*)
Editor : Indra ZakariaSumber : prokal.co