Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Timnas Optimistis Penuhi Target di Piala Asia

izak-Indra Zakaria • Kamis, 11 Januari 2024 - 22:55 WIB
BENTENG: Aksi Elkan Baggott saat melawan Iran. Bek Ipswich Town itu jadi andalan timnas Indonesia saat berlaga di Piala Asia 2023.
BENTENG: Aksi Elkan Baggott saat melawan Iran. Bek Ipswich Town itu jadi andalan timnas Indonesia saat berlaga di Piala Asia 2023.

Piala Asia 2023 Qatar dimulai besok. Jelang perhelatan paling bergengsi di Asia itu, kekuatan tim nasional Indonesia masih diragukan. Sebab, dalam fase persiapan, skuad Merah Putih sama sekali tidak pernah menang.

 

DOHA–Indonesia telah melakoni tiga laga uji coba. Dua kali melawan Libya dan menantang Iran. Hasilnya, Indonesia kalah empat gol pada pertemuan pertama melawan Libya (2/1). Lalu, kalah 1-2 pada pertemuan kedua kontra Libya (5/1). Dan, yang terbaru, Indonesia kalah 0-5 saat bertemu Iran (9/1).

Di atas kertas, dua lawan Indonesia tersebut memang berada di peringkat dunia yang baik. Libya berada di posisi ke-120 dunia. Lalu, Iran adalah tim peringkat ke-21 dunia. Sementara itu, Indonesia adalah negara dengan peringkat ke-146 dunia.
Di tengah buruknya tiga hasil uji coba tersebut, Indonesia akan dihadapkan dengan tantangan yang lebih besar. Tiga lawan Indonesia di fase grup Piala Asia 2023 Qatar memiliki reputasi yang baik. Irak adalah tim peringkat ke-61 dunia. Vietnam kini menduduki posisi ke-94 dunia. Sementara itu, Jepang adalah kesebelasan yang bertengger di peringkat ke-17 dunia.

Meski begitu, pelatih timnas Indonesia Shin Tae-yong (STY) masih yakin dengan targetnya. Yaitu, membawa Indonesia lolos ke babak 16 besar. Artinya, dia ingin membawa Indonesia lolos dari fase grup.

Karena itu, setelah melewati rangkaian pertandingan menuju Piala Asia 2023 Qatar, pelatih berpaspor Korea Selatan itu sedang berupaya merapatkan pertahanan. Menurut STY, lini belakang Indonesia masih kerap melakukan blunder. Bahkan, dalam uji coba melawan Iran, tiga gol lawan merupakan dampak dari kesalahan Indonesia. Blunder pemain belakang juga terjadi dalam dua kali uji coba melawan Libya.

Selain itu, STY akan menyiapkan skema serangan balik cepat. Pelatih yang sukses membawa Korea Selatan mengalahkan Jerman di Piala Dunia 2018 Rusia itu sadar, Indonesia paling tidak diunggulkan di Grup D. Karena itu, counterattack menjadi salah satu senjata yang sedang disiapkan.

“Ke depan, lawan akan lebih banyak menguasai bola. Jadi, kami akan melatih situasi itu. Kami akan mencari celah untuk menyerang balik dan menciptakan peluang yang baik,’’ tegas STY. Elkan Baggott, bek timnas Indonesia, meyakini permainan pasukan Garuda akan membaik di Piala Asia 2023 Qatar. Keyakinan itu merujuk pada cara bermain Indonesia dalam uji coba melawan Team Melli, julukan timnas Iran.

“Hasil pertandingan mungkin tidak mencerminkan bagaimana pertandingan berjalan. Tapi, itu adalah 90 menit yang menjadi pelajaran bagi banyak pemain. Kami jadi tahu harus siap dan fit pada pertandingan pertama fase grup Piala Asia nanti,’’ ujar bek Ipswich Town itu.

Menurut Elkan, meski kalah, permainan Indonesia cukup berkembang. Namun, dia tidak menampik lini belakang masih memiliki lubang yang sangat besar. ’’Kami memainkan beberapa permainan yang menarik. Sayang, kami kembali kebobolan untuk gol yang mudah. Sekali lagi, kami mendapatkan pembelajaran dari sebuah pertandingan,’’ tegasnya.

Berbekal apa yang didapat dari setiap uji coba selama masa persiapan, pesepak bola yang lahir di Thailand itu optimistis Indonesia bisa mencapai target. Seluruh pemain akan berusaha tampil all-out dalam setiap pertandingan.
“Kami masih optimistis. Kami tidak melihat hasil pertandingan uji coba. Kami melihat bagaimana mempraktikkan apa yang sudah kami latih untuk menghadapi laga perdana nanti,’’ terangnya. (fiq/c17/ali/jpg/er/k8)

Editor : izak-Indra Zakaria