Piala Afrika edisi ke-34 bergulir mulai (12/1) malam. Seperti tujuh edisi terakhir yang menghasilkan tujuh juara berbeda, siapa kampiun dalam ajang yang dihelat di Pantai Gading itu pun sulit diprediksi.
---
SUDAH ada 15 negara yang pernah memenangi Piala Afrika sejak kali pertama diadakan pada 1957. Hampir dua kali lipat dari pemenang Piala Dunia (8 negara) yang notabene berlangsung lebih dulu (1930). European Championship atau Euro pun kalah kompetitif (10 pemenang) meski pernah ada kejutan yang dilakukan oleh Denmark pada edisi 1992 maupun Yunani di 2004.
Persaingan merata dalam Piala Afrika diyakini kembali terjadi pada edisi kali ini. Maroko yang hanya pernah sekali menang pada 1976 telah membuat kejutan dengan menembus semifinal Piala Dunia 2022. Dengan skuad yang masih sama, Singa Atlas –julukan Maroko– merupakan salah satu favorit juara. Romain Saiss dkk sekaligus timnas dari Afrika dengan ranking dunia FIFA tertinggi saat ini alias peringkat ke-13.
’’Setelah itu (kejutan dalam Piala Dunia 2022, Red), banyak yang sudah menunggu kejutan apa lagi dari tim kami dalam Piala Afrika nanti. Itu jadi tanggung jawab kami untuk bermain bagus,’’ tutur Saiss, kapten Maroko sekaligus bek 33 tahun yang bermain di Saudi Pro League bersama Al Shabab FC, seperti dilansir beIN Sports.
Maroko dibayangi juara bertahan Senegal, Mesir sebagai tim tersukses di Piala Afrika dengan 7 gelar, serta kekuatan tradisional seperti Kamerun, Nigeria, Ghana, dan tentu saja tuan rumah Pantai Gading. The Pharaoh –julukan Mesir– menyegel dua dari tiga final terakhir di Piala Afrika. Selain masih memiliki bintang Liverpool FC Mohamed Salah, Mesir didominasi pemain dari Al Ahly SC dan Zamalek SC, dua klub lokal terbaik.
”Kami tidak terpaku dengan para pemain dari Eropa karena kita semua tahu mereka belum tentu dalam kondisi terbaik untuk ajang seperti ini (Piala Afrika dimainkan pada awal tahun ketika liga-liga elite di Eropa sedang sibuk-sibuknya, Red),” beber pelatih Mesir asal Portugal Rui Vitoria kepada Africa News.
Nigeria yang sudah 11 tahun belum melangkah ke final turut mengusung ambisi tinggi. Elang Super tidak terkalahkan dalam tiga laga pemanasan menuju Piala Afrika. Lini serang Nigeria juga dianggap yang paling merata dengan capocannoniere Serie A musim lalu, Victor Osimhen, jadi andalan. Tapi, mantan bintang Nigeria Jay Jay Okocha menilai Ahmed Musa dkk masih punya handicap. ”Tim ini belum konsisten,” ucap Okocha yang pernah memenangi Piala Afrika 1994 itu seperti dilansir DW.
Bagaimana dengan tuan rumah Pantai Gading? Sejak Mesir pada 2006, tidak pernah ada tuan rumah yang berjaya di depan publiknya sendiri. ”Timnas kami dalam fase membangun tim yang baru. Jika Anda melihat skuad yang ada saat ini, 30 persen di antaranya pemain muda dan akan menjalani debut di Piala Afrika,’’ kata Presiden Federasi Sepak Bola Pantai Gading Idriss Diallo dilansir FourFourTwo.
Kans kejutan seperti sukses Zambia sebagai juara pada edisi 2012 pun terbuka lebar. Sebagai catatan, hanya sisa 5 negara yang belum pernah juara dari mereka yang pernah jadi kontestan. Tiga di antaranya ikut dalam edisi kali. Yakni Guinea, Mali, dan Burkina Faso. (ren/c17/dns)
Editor : izak-Indra Zakaria