Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Lifestyle Nasional Bisnis

Atlet Biliar Dalami Nomor Carom

wahyu-Wahyu KP • 2019-01-09 06:57:30

SAMARINDA - Persiapan dan perhitungan matang terus dilakukan Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (POBSI) Kaltim. Menatap Pra-PON 2019, bola sodok Benua Etam membidik zona medali. Itu disampaikan Sekretaris POBSI Kaltim Zulkarnain, Selasa (8/1).

Menurutnya, demi menjadi salah satu skuat yang prioritas diboyong ke PON XX 2020 Papua mendatang, atlet biliar wajib berprestasi. "Tidak cukup hanya sekadar lolos ke PON. Tapi harus masuk zona medali di Pra-PON nanti," ujar Zul sapaan akrabnya.

Diklaim, demi memupuk asa masuk skuat prioritas nantinya, biliar bakal memfokuskan atlet mendalami nomor carom. Ya, kategori carom merupakan permainan di atas meja biliar, tanpa satu lubang pun. Berbeda dengan kategori snooker dan pool yang dimainkan di atas meja dengan enam lubang.

Zul menyebut, bila umumnya snooker dan pool memiliki sembilan dan lima belas bola, berbeda dengan carom yang hanya menggunakan tiga bola. Bola kategori carom tidak diberi nomor. Bola tersebut berwarna putih, merah, dan kuning.

"Cara memainkannya harus memantulkan bola tiga kali dahulu, baru menyentuh bola lainnya. Kalau sudah tiga kali memantul dan kena bola, maka dihitung satu poin. Permainan tersebut dinamakan three cushion," jelas Zul.

Dia melanjutkan, bila bola belum tiga kali memantul tapi sudah menyentuh bola lain, maka tidak akan dihitung satu poin. Sedangkan jika lebih dari tiga kali, baru kena bola, maka tetap dihitung satu poin.

"Dalam meja biliar carom ada berbagai jenis permainan, yaitu one cushion, three cushion, cadre, dan libre. Sementara di PON XIX 2016 di Jawa Barat lalu, hanya mempertandingkan tiga nomor, tanpa one cushion," bebernya.

PELUANG MEDALI

Tingkat kesulitan yang tinggi tersebut, membuat minimnya pemain carom di Indonesia. Bahkan, Zul menyebut pemilik meja carom di Tanah Air bisa dihitung dengan jari. Sebab, itu Kaltim menilai punya peluang cukup besar bila fokus pada nomor itu. "Bila dipasang di rumah meja biliar atau dikomersialkan tidak akan ada yang menyewa. Jadi pasti rugi, sementara harga meja berkisar Rp 150 juta," sambungnya.

Bahkan di Porprov VI 2018 di Kutai Timur, nomor carom tidak dipertandingkan. Pasalnya, tidak ada daerah yang memiliki atlet di kelas tersebut. Namun demikian, Pengprov POBSI Kaltim memiliki dua meja carom, eks PON XVII 2008 di Kaltim.

Direncanakan dua meja itu akan dipergunakan untuk melatih atlet daerah mendalami nomor carom. "Mudah-mudahan kondisinya masih bagus. Saat ini meja berada di Stadion Madya Sempaja, Samarinda," kata Zul.

POBSI Kaltim bakal menggenjot empat atlet untuk fokus di nomor yang punya tingkat kesulitan tertinggi di biliar tersebut. Satu merupakan eks PON 2016 yang saat ini sedang menempuh perguruan tinggi di Jogjakarta. Sementara tiga lainnya adalah pemain snooker yang akan diarahkan menjadi carom.

"Mudah-mudahan perhitungan yang kami lakukan bisa sesuai dengan harapan. Sehingga Kaltim bisa maksimal di Pra-PON 2019 dan PON XX 2020 Papua nanti," pungkas Zul. (*/asp/is/k18)

Editor : wahyu-Wahyu KP