Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Bisa Playoff tanpa LeBron

izak-Indra Zakaria • Kamis, 7 Maret 2019 - 18:04 WIB

LOS ANGELES - Kekalahan Los Angeles Lakers atas Los Angeles Clippers Selasa kemarin membuat peluang Lakers menembus playoff hampir pasti tertutup. Dengan rekor 30-34, tim asuhan Luke Walton kini terdampar di peringkat sepuluh wilayah barat. Basketball-Reference.com bahkan menyebut peluang Lakers ke playoff tinggal 0,1 %.

Jika benar gagal ke playoff ini akan menjadi kali keenam berturut-turut mereka absen di seri postseason. Yang lebih menyakitkan, ternyata keputusan mereka mendatangkan mega bintang LeBron James di bursa free agent musim panas lalu sia-sia.

Bukan hanya pahit untuk Lakers, hasil ini juga jadi mimpi buruk untuk LeBron. Pasalnya, 13 musim terakhir bintang 34 tahun ini selalu mengantar tim yang dia bela menembus playoff. Lebih dari itu, LeBron juga tampil di final NBA dalam delapan musim terakhir berturut-turut dan menghasilkan tiga gelar juara. Sulit membayangkan playoff yang start pada 13 April mendatang tersebut digelar tanpa seorang LeBron.

Sejak dia melakukan debut playoff pada 2006, LeBron sampai saat ini tercatat sudah 239 kali tampil di pertandingan playoff. Catatan waktu bermainnya sudah lebih dari 10.000 menit. Padahal, tidak ada satupun pemain NBA aktif saat ini yang tercatat memiliki minutes play lebih dari 6000 menit di playoff.

“Yang bisa saya lakukan saat ini hanya berusaha profesional,” ucap LeBron dilansir ESPN. “Aku hanya ingin melakukan yang terbaik sampai pertandingan terakhir,” tambah MVP NBA empat kali tersebut.

Seiring hasil buruk ini mulai muncul desas-desus kemungkinan sosok yang akan disingkirkan Lakers. Mulai presiden basketball operations Magic Johnson, pelatih kepala mereka Luke Walton, general manager Rob Pelinka, atau malah LeBron.

Namun, melihat kondisi tim terakhir, angin panas lebih berhembus ke Walton. Johnson sudah memberi sinyal untuk Lakers berganti pelatih usai musim ini berakhir. Beberapa hari belakangan Lebron juga mulai mengeluhkan taktik Walton yang tidak memberinya banyak istirahat di pertandingan. LeBron merasa tenaganya terlalu diforsir.

Fakta-fakta itu membuat posisi mantan asisten pelatih Steve Kerr di Golden State Warriors tersebut makin terjepit. Apalagi, jika melihat sejarah, Lakers adalah tim yang memang lebih mengutamakan service kepada pemain bintangnya dibanding pelatih. (irr)

Editor : izak-Indra Zakaria
#Basket Dunia