ISMAILIA - Kamerun hanya butuh tiga poin untuk mengunci satu tiket ke 16 besar Piala Afrika dan semakin dekat dengan target back-to-back juara. Tapi, target itu kali ini tidak akan mudah diwujudkan tim polesan Clarence Seedorf.
Sebab, lawan Andre Ayew dkk pada matchday kedua fase grup adalah Ghana (siaran langsung beIN Sports 3 pukul 00.00 WIB). Secara tradisi dan prestasi, jumlah 4 trofi Black Stars--julukan Ghana--masih kalah dibanding 5 gelar Kamerun.
Tapi, untuk urusan konsistensi, Ghana jadi yang terdepan. Dalam enam edisi terakhir, mereka selalu menembus minimal semifinal. Bahkan, untuk edisi 2010 dan 2015 Ghana jadi runner-up.
Itu berbanding terbalik dengan Kamerun. The Indomitable Lions--julukan Kamerun--memang jadi kampiun pada edisi 2017. Tapi, prestasi mereka pada lima edisi sebelumnya amburadul dengan hanya dua kali menembus knockout pada 2008 (runner-up) dan 2010 (perempat final). Bahkan, pada 2012 dan 2013 mereka gagal melaju ke putaran final.
''Tujuan kami adalah membawa kembali gelar ke Kamerun sekali lagi. Memang itu sulit karena kami akan bermain melawan tim yang sangat bagus meski saya yakin akan berhasil," ucap kiper Kamerun Andre Onana seperti dilansir Super Sport.
Tapi, jika mengacu rekor head to head kedua tim, Kamerun berada di atas angin. Ghana tidak pernah menang dari Kamerun sejak 2000 dalam 3 pertemuan dengan 2 kali kalah dan sekali seri yang semuanya terjadi di Piala Afrika.
Dominasi itu yang akan dicoba pelatih Ghana James Kwesi Appiah. Kemenangan atas Kamerun dini hari nanti bakal membuka kans Ghana lolos ke fase knockout setelah hanya bermain seri melawan Benin pada laga pertama grup F (26/6).
"Kami akan berbeda (dari laga melawan Benin, Red) dan akan memberi Kamerun permainan bagus yang saya yakin kami akan menang,'' ujar Appiah seperti dilansir Sport24. (io/tom)
Editor : izak-Indra Zakaria