WINGER KANAN Angel Di Maria masuk dalam jajaran pemain legendaris Argentina. Sebab, Di Maria menjadi pemain keenam yang mampu mencatat 100 caps bagi La Albiceleste, julukan Argentina. Di Maria menyusul Lionel Messi, Javier Mascherano, Javier Zanetti, Roberto Ayala, dan Diego Simeone.
Main 26 menit sebagai pengganti Lautaro Martinez kemarin WIB (29/6), bak jadi malam penahbisannya sebagai centurion (pemain dengan 100 caps) Argentina. Sama seperti pendahulu Di Maria sebagai centurion Argentina, dia bisa merasakan kemenangan pada laga istimewanya. Dia menandainya dengan dua shots yang satu di antaranya tepat sasaran.
''Hari ini (kemarin, Red), saya melihat Argentina yang berbeda. Tim yang bermain penuh semangat dan lebih bebas berkreasi,'' sebut pemain yang dijuluki El Fideo, alias Si Mie, itu saat diwawancarai Tyc Sports. Di Maria mengoleksi 20 gol dan mencatatkan 22 kali assist selama di dalam misi mengumpulkan 100 caps.
Dia menganggap, malam di Estadio do Maracana itu lebih dari 90 menit melawan Qatar. ''Kami memainkan laga terbaik kami,'' puji pemain yang berusia 31 tahun itu. Nah, dengan kans main di semifinal yang terbuka baginya, meski sebagai pengganti lagi, dia bisa merasakan main di turnamen mayor melawan Brasil untuk kali pertama.
Dalam kesempatannya sebagai pemain dengan 100 caps ini, winger Paris Saint-Germain (PSG) itu juga melontarkan pernyataan yang terkesan memagari rekannya sesama sosok senior, Lionel Messi. Terlebih dengan penampilan Messi sepanjang Copa America 2019 ini yang cuma mencetak sebiji gol itu.
Menurut Di Maria, La Pulga, julukan Messi, masih menjadi sosok yang utama di armada Argentina kali ini. Walaupun sudah banyak pemain muda yang dibawa Lionel Scaloni, nahkoda Argentina. ''Saya pikir dia sudah melakukan hal-hal yang menentukan. Dia berlari, memberikan segalanya,'' tambah Di Maria. Selain Messi dan Di Maria, ada pula Agustin Marchesin, Nicolas Otamendi, Sergio Aguero, dan Matias Suarez yang sudah berkepala tiga. (ren)
Editor : izak-Indra Zakaria