KAIRO–Victor Wanyama dan Sadio Mane sahabat kental. Wanyama salah satu pemain di Southampton yang membantu Mane beradaptasi saat datang ke Staplewood, kamp latihan Southampton, awal September 2014. Kebetulan saat itu Wanyama satu di antara dua pemain Afrika yang dipunyai Soton.
Dua musim Wanyama-Mane bersahabat di skuat The Saints. Keduanya seakan-akan kompak pergi dari Soton pada Juni 2016. Wanyama pergi duluan ke Tottenham Hotspur pada 23 Juni, Mane menyusul hengkang ke Liverpool lima hari setelahnya. Persahabatan itu pun diuji dini hari nanti.
Wanyama dan Mane saling bersaing membawa negaranya masing-masing melaju ke fase knockout di 16 June Stadium, Kairo, dini hari nanti. Wanyama dengan Kenya serta Mane di belakang Senegal (Siaran langsung beIN Sports 3 pukul 03.00 Wita). “Kami benar-benar dekat. Tapi, kami harus hentikan dulu persahabatan ini dalam 90 menit,” sebut Wanyama, seperti yang dikutip dari Tuko.
Meski sudah musim ketiga bermain berbeda klub, baru kali ini mereka head to head pada laga sekrusial ini. Ketika berpeluang saling bermusuhan di Wanda Metropolitano, Madrid (final Liga Champions 2018–2019), Wanyama hanya bisa menonton dari bench saat Mane mencium Si Kuping Lebar, sebutan trofi Liga Champions.
Mugabe, julukan Wanyama, tak bermain dalam final tersebut. Nah, kali ini dia tidak mau debutnya di Piala Afrika mentok di fase grup. “Itu (bermain di Piala Afrika) impianku, saya pun ingin di sini lebih lama lagi,” tutur kapten tim Harambee Stars. Sebenarnya, pertemuan dua sahabat ini sudah beberapa kali terjadi.
Dalam tiga musim, tiga kali mereka saling beradu di lapangan. Meski cuma 180 menit di Premier League. Itu pun Wanyama bersama Spurs lebih sering jadi pecundang. Dari tiga duel di Premier League, dua kali Spurs keok, dan sekali tertahan bersama Wanyama. Mane juga sukses menandainya dengan dua gol di Anfield (Matchday 25 Premier League 2016–2017).
Tetapi, Mane juga tak ingin memberi Wanyama mendapat kado manis ulang tahun ke-28 pada 25 Juni. Terlebih, pada laga pertamanya di Piala Afrika, Mane gagal memberi kemenangan untuk Lions of Teranga, julukan Senegal, saat takluk dari Aljazair (28/6). “Kali ini kami akan coba memberi yang terbaik,” koar Supermane kepada Time Sports.
Mane ingin melanjutkan trennya mampu membawa Senegal lolos ke fase knockout. Saat edisi 2017, Senegal finis di fase perempat final seusai disingkirkan Kamerun dari adu penalti 5-4, dan dia yang jadi biang kegagalan Senegal. Kali ini dia ingin melaju ke fase knockout dan bisa bertemu teman baik barunya di Melwood, kamp latihan Liverpool, Mohamed Salah.
Andai Senegal menyegel jalan lolos ke 16 Besar sebagai runner up Grup C, mimpi Mane baru bisa terjadi minimal saat semifinal. Sebab, Mesir lolos sebagai juara Grup A bersua negara yang berstatus peringkat ketiga terbaik dari Grup C, D, atau E. “Saya harap bisa bertemu Salah di final,” harap top scorer Premier League musim lalu itu. (ren/jpg/ndy/k16)
Editor : izak-Indra Zakaria